"Untuk menjadi tim yang sukses dan berjaya di masa depan, ya, hal itu mungkin menambah kompleksitas, tetapi itu sebuah persyaratan," kata Binotto.
"Memiliki kendali penuh atas sasis dan unit daya memberi Anda keunggulan kompetitif, keunggulan teknis."
"Dan karena bagi Audi, ini bukan hanya tentang berpartisipasi, tetapi tentang menang, menurut saya itu sudah pasti. Jadi kami menerima kompleksitas tersebut karena kami memiliki ambisi yang jelas," ungkapnya.
julianBaca Juga: Tekad Kuat Julian Johan Terjun ke Reli Dakar 2026 Wujudkan Impian Masa Kecilnya
Bos tim, Jonathan Wheatley, merasa tim Sauber saat ini, yang mengalami musim 2024 yang suram, sudah memiliki semangat juang setelah perbaikan besar yang membawanya kembali ke lini tengah ketat F1 tahun ini.
"Kami sedang dalam proses transformasi. Investasi dan keyakinan Audi pada tim ini luar biasa, dan tim merasakannya."
"Setiap hari kami dapat merasakan kemajuan yang kami buat dan tim mulai percaya diri, dan ini sangat penting dalam hal membangun momentum dan melangkah maju."
Baca Juga: 17 Provinsi Turunkan Atlet Muda Berbakat di Festival Bulu Tangkis Piala Presiden 2025
"Tim ini tidak akan mampu melakukan itu setahun yang lalu, dan itu bukan karena alat atau investasi, melainkan karena semangat yang muncul dari tim yang percaya pada dirinya sendiri," ucap Wheatley.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Usai Menang di Reli Dakar, Audi Hadapi Sanksi Denda Rp12,7 Miliar
Nama Mick Schumacher Masuk Radar Audi untuk Tim F1 Musim 2025
Jual mobil super Lamborghini, Marcus Rashford Beralih ke Audi Langka
Persiapan Total Audi Terjun ke F1 Tahun 2026 Lakukan Restrukturisasi Tim Balap