SportlinkNews - Ajax Amsterdam resmi merilis jersey kandang terbaru untuk musim 2025-2026, hasil kolaborasi dengan Adidas.
Seragam ini tak hanya menandai dimulainya musim baru, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap ulang tahun ke-750 Kota Amsterdam, kota yang sangat lekat dengan identitas klub.
Satu hal yang paling mencolok dari peluncuran ini adalah kembalinya logo klasik Ajax di bagian depan jersey.
Baca Juga: Bertandang ke Bali, Madura United FC Berharap Bisa Ulangi Kemenangan Putaran Pertama
Logo ini terakhir kali digunakan sebelum klub mengumumkan kehadirannya kembali pada November tahun lalu.
Kehadiran lambang ikonik ini membangkitkan nuansa tradisional yang menghubungkan para penggemar lintas generasi, menghadirkan keseimbangan antara nostalgia dan pembaruan.
Desain jersey ini terinspirasi langsung dari identitas Kota Amsterdam.
Baca Juga: Penjualan Tiket Kualifikasi Pala Dunia 2026 Indonesia vs China Dibuka, PSSI Imbau Hindari Calo
Di bagian tengah jersey terdapat garis merah dengan motif silang Santo Andreas yang diambil dari bendera kota.
Motif ini memberikan tekstur dan kedalaman pada desain tanpa menghilangkan kesan klasik Ajax yang sudah melegenda.
Pada bagian atas punggung jersey, terdapat detail khusus berupa panji yang menampilkan tahun berdirinya Amsterdam, yaitu 1275, serta tahun perayaan ke-750, yakni 2025.
Baca Juga: Tiga Modal Penting Persija untuk Kalahkan PSS Sleman di Maguwoharjo
Tiga salib Santo Andreas kembali muncul di bagian ini, kali ini disorot dengan warna emas sebagai simbol penghormatan terhadap perjalanan panjang kota.
Sentuhan warna hitam juga turut hadir di beberapa bagian jersey sebagai elemen penyempurna.
Artikel Terkait
Sempat Meroket, Popularitas V-League Liga Voli Korea Anjlok Lagi Tanpa Megawati
Guizio Luncurkan Sepatu Capsule Buatan Sendiri dengan Grace Burns sebagai Inspirasi Monokromnya
Barcelona x Travis Scott: Mengapa Sepak Bola Membutuhkan Lebih Banyak Kolaborasi untuk Budaya
Juventus Minta Conte Kembali dari Napoli, Rumah di Turin Masih Ada
Ultras Milan Protes setelah Keok di Coppa Italia: Kami Biarkan Kalian Sendiri dengan Rasa Malu