Logo Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) tetap berada di tengah, memberikan kesan simetris yang khas.
Garis putih di sepanjang sisi jersey juga dipertahankan, menjadi penegas ciri khas dari desain aslinya.
Dalam dunia mode saat ini, gaya vintage semakin diminati, dan Nike dengan cermat memanfaatkan tren tersebut.
Jersey ini tidak hanya menarik bagi penggemar sepak bola, tetapi juga digandrungi para pencinta fashion jalanan.
Baca Juga: Striker Muda Vietnam Siap Redam Tekanan Suporter Timnas U23 Indonesia di SUGBK
Tak heran bila koleksi ini diprediksi akan terlihat di berbagai sudut kota, dari Seoul hingga Soho, menyatukan estetika sepak bola dengan gaya hidup urban masa kini.
Peluncuran ulang jersey Korea Selatan 2004 ini menjadi penegasan bahwa warisan sepak bola bukan sekadar soal pertandingan, tapi juga identitas dan ekspresi budaya.
Bagi Nike, tahun 2025 telah menjadi panggung sempurna untuk merayakan kembali semangat 2004 dengan penuh gaya.
Artikel Terkait
Aitana Bonmati Soroti Kekalahan Spanyol di Euro 2025
Rashford Ungkap Bagaimana Hansi Flick dan Barcelona Menghidupkan Kembali Kariernya
Bukan Juara Sesaat, Erick Thohir Minta Pecinta Timnas U23 Indonesia Tidak Tuntut Gerald Vanenburg
KONI Pusat dan Pelindo Gelar Kompetisi Olahraga Air, Ini Target Utamanya
Allegri Berharap Milan Lebih Maju Setelah Kemenangan atas Liverpool