SportlinkNews - Sampdoria meluncurkan jersey ketiga musim 2025-2026 dengan desain unik yang terinspirasi dari warisan denim asal Genoa.
Macron menghadirkan sentuhan Blu di Genova ke panggung sepak bola, menyatukan sejarah, budaya, dan gaya dalam satu seragam.
Sampdoria, klub yang berlaga di Serie B Italia, memperkenalkan kostum ketiga mereka dengan cara yang berbeda.
Baca Juga: Persija Siapkan Strategi Ampuh Hadapi PSM Makassar, Gustavo Almeida Siap Turun Laga
Jersey anyar ini bukan sekadar seragam tanding, tetapi juga perayaan identitas dan sejarah kota Genoa.
Macron, produsen apparel asal Italia, menghadirkan desain yang mengambil inspirasi dari warisan denim, kain legendaris yang lahir di kota pelabuhan tersebut.
Denim, atau yang dikenal sebagai Blu di Genova, memiliki sejarah panjang sebelum menjadi tren di butik dan panggung mode dunia.
Baca Juga: Duel Arema FC vs Persib Jadi Laga Krusial di Pekan Keenam Super League 2025/26
Kain ini pertama kali digunakan oleh para pelaut dan pekerja, dijadikan bahan untuk celana maupun layar kapal karena ketahanan terhadap cuaca laut yang keras.
Kini, material bersejarah itu kembali hadir, kali ini dalam bentuk jersey yang dipakai para pemain Sampdoria.
Desain jersey ketiga ini tampil dengan dominasi warna biru denim, memberi kesan kokoh sekaligus elegan.
Baca Juga: Drama Kartu Merah di Old Trafford Bikin Berantakan Rencana Enzo Maresca
Sebuah kerah polo dengan tiga kancing menambah nuansa klasik, ditambah sentuhan detail berwarna emas yang mempertegas sisi mewah.
Sementara itu, ciri khas band biru-hitam-putih-merah milik Sampdoria, yang menjadi salah satu visual paling ikonik di sepak bola, menghiasi bagian lengan, ujung jersey, hingga menyatu dengan celana dan kaus kaki.
Artikel Terkait
Udinese 0-3 Milan: Pulisic Inspirasi Rossoneri, 2 Gol Satu Assist
Petinju Binaan Pertina Borong 3 Medali Emas di Malaysia, Ketum KONI Pusat Ucapkan Selamat
Xabi Alonso Menuntut Lebih dari Real Madrid, Meski Bukukan 100% Kemenangan
Dua Pemain Barcelona Absen di Acara Ballon d’Or Meskipun Dinominasikan
72 Menit Debut Calvin Verdonk di Ligue 1, Rapornya Apik tapi Lille Berakhir Pahit