Sementara itu, seragam Replika menawarkan desain mencolok yang sama dengan potongan yang lebih longgar. Kedua versi tersebut menggunakan teknologi penyerap keringat dryCELL dari PUMA untuk menjaga para penggemar dan pemain tetap kering dan nyaman.
Sebagai cerminan komitmen PUMA terhadap keberlanjutan, kaus Replika dibuat menggunakan inisiatif RE:FIBRE, memanfaatkan limbah tekstil daur ulang untuk menciptakan material baru tanpa mengurangi kualitas.
View this post on Instagram
Mengandung sedikitnya 95 persen limbah tekstil daur ulang dan material poliester bekas lainnya, inisiatif ini merupakan langkah signifikan menuju proses produksi kaus sepak bola yang lebih sirkular dan berkelanjutan.
Marco Mueller, Direktur Senior Manajemen Lini Produk Pakaian Olahraga Tim PUMA, menambahkan: “Kit Tandang ini merupakan bukti warisan abadi AC Milan dan kecanggihan yang diwujudkan oleh Klub."
"Kami ingin menciptakan kaus yang tidak hanya memberi penghormatan pada sejarah AC Milan yang kaya dan asal-usulnya, tetapi juga menggabungkan teknologi performa mutakhir. Kami bangga mendukung perjalanan AC Milan dengan kit yang memadukan keanggunan dengan inovasi.”
Artikel Terkait
Olimpiade Paris 2024: Ganda Putra Fajar/Rian Lolos ke Perempat Final
Penerapan Teknologi Sport Sains: Tantangan Membawa Laboratorium ke Lapangan
Resmi ke Arsenal, Riccardo Calafiori Pakai Nomor Punggung Bekas Kiper
10 Fakta Menarik Riccardo Calafiori, Nomor 7 Paling Keren
Indra Sjafri: Juara Piala AFF U-19 Hanya Sasaran Antara, Berikutnya Asia dan Dunia