Jika diperhatikan lebih dekat, terdapat pola halberd (gabungan tombak dan kapak yang menjadi bagian dari logo klub) yang diulang secara tone-on-tone di bagian badan jersey.
Baca Juga: Rizky Ridho: Persija Harus Lebih Ambisius dan Fokus pada Performa
Pola ini memberikan tekstur unik yang memperkaya tampilan keseluruhan tanpa membuatnya terlalu ramai.
Berbeda dari desain jersey kandang dan tandang yang memancarkan estetika klasik, jersey ketiga ini menghadirkan nuansa modern yang lebih berani.
Perpaduan warna hitam dan merah, ditambah pola unik, menjadikan jersey ini pilihan yang tepat bagi penggemar yang menyukai inovasi tanpa meninggalkan identitas klub.
Baca Juga: Pesepak Bola Legendaris Liverpool Ian Rush Terima Lifetime Contribution Award
Ketiga jersey ini, jika dilihat sebagai satu kesatuan, membentuk koleksi yang memukau dan sulit untuk tidak diapresiasi.
Dengan peluncuran jersey ketiga ini, Triestina 1918 menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berkompetisi di lapangan, tetapi juga di arena desain jersey.
Kappa berhasil memberikan identitas visual yang kuat bagi klub ini melalui kombinasi gaya klasik dan modern.
Baca Juga: Selain Sepak Bola, Anfield Jadi Destinasi Musisi Dunia Menggelar Konser
Tak heran jika jersey ini disebut sebagai salah satu desain terbaik di Serie C musim ini.***
Artikel Terkait
Pep Guardiola Dihadapkan Tantangan Besar Jelang Duel Manchester City Vs Liverpool
Pemusatan Latihan di Bali, Timnas Indonesia Fokus Hadapi ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024
Kadek Arel Siap Berikan yang Terbaik untuk Timnas Indonesia di ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024
Pendapatan Real Madrid Naik 27 Persen Dibanding Tahun Lalu, Tonggak Baru dalam Sejarah Klub
Kualitas Pelaksanaan PON Jadi Pembahasan Serius Rakernas KONI