Potongan kerah polo yang dihiasi garis perak tipis menambahkan nuansa klasik, namun tetap membawa kesan percaya diri dan berkelas.
Baca Juga: Kembalinya PacMan Tidak Sesuai Harapan, Manny Pacquiao Gagal Rebut Sabuk Juara dari Mario Barrios
Ini adalah gaya vintage yang diperbarui — sebuah penghormatan kepada masa lalu, tanpa kehilangan gaya masa kini.
Lebih dari sekadar seragam, jersey tandang ini adalah perwujudan dari identitas klub.
Ia bukan hanya penghias tubuh para pemain di lapangan, tetapi juga simbol peringatan akan awal mula yang penuh perjuangan.
Baca Juga: Mengapa Modric dan Gimenez Tidak Masuk Skuat Tur Pramusim Milan
Di balik warna hitam dan detail peraknya, terselip narasi tentang para Cityzens generasi pertama yang percaya pada klub ini jauh sebelum gelar dan dominasi hadir.
Peluncuran ini kembali menegaskan filosofi desain PUMA untuk Manchester City: menciptakan busana olahraga yang tidak hanya menarik dari sisi estetika, tetapi juga sarat makna dan nilai sejarah.
Jersey ini menjadi pernyataan bergaya bahwa Manchester City bukan sekadar tim sukses masa kini, tetapi juga klub dengan akar tradisi yang kuat.