SportlinkNews - Meskipun penemuan renang kemungkinan besar sudah ada sejak jutaan tahun lalu, tak lama setelah manusia pertama kali berevolusi, sains di balik teknik terbaik untuk renang kompetitif masih jauh tertinggal dibandingkan olahraga yang jauh lebih muda.
Kolaborasi baru antara Departemen Ilmu Komputer, Matematika, dan Ilmu Latihan dan Olahraga dengan USA Swimming bertujuan untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang performa perenang.
Ide awal untuk proyek ini berasal dari pertemuan tak terduga antara Profesor Richard McLaughlin dan Claudio Battaglini, keduanya adalah perenang yang antusias.
McLaughlin mengelola Laboratorium Fluida Gabungan dalam Matematika Terapan dan Komputasi, dan pengalaman bertahun-tahunnya di bidang dinamika fluida sangat cocok dengan latar belakang Battaglini dalam ilmu olahraga.
Baca Juga: Olahraga dan Sains Saling Memberikan Kontribusi yang Sama Besar
Battaglini juga merupakan pelatih renang ternama dunia dan saat ini menjadi pelatih lari cepat untuk Tim Nasional Junior AS. Untuk melengkapi kelompok tersebut, Jim Mahaney dari Ilmu Komputer ditambahkan untuk menangani kebutuhan rekayasa riset tim.
Memahami mekanika seseorang yang berenang merupakan tugas yang sulit dan rumit, sehingga langkah pertama adalah mencari cara untuk mengoptimalkan masing-masing bagian tubuh.
Tangan adalah titik awal yang jelas, dan sebuah sistem dirancang oleh Mahaney yang dapat mengukur gaya pada model tangan yang digantung di tangki resirkulasi.
Baca Juga: Tinju Bukan Tentang Kekerasan tapi Ini Alasan Disebut Sains Manis
Sistem ini menggunakan pengukur regangan yang dipasang pada 6 sumbu berbeda untuk merekam gaya yang diberikan air pada model tangan yang terendam saat mengalir melewatinya.
Air itu sendiri mengalir dengan kecepatan yang setara dengan perenang Olimpiade, sehingga gaya yang diamati analog dengan apa yang akan terlihat di kolam renang.
Dengan sistem ini, kelompok tersebut beralih untuk membuat model tangan yang lebih realistis.
Mahaney dan mahasiswa jurusan ganda ilmu komputer dan matematika, Steven Tio, mengunjungi Tim Renang dan Selam UNC dan mengukur tangan kiri setiap perenang, kemudian menggunakan data tersebut untuk menghasilkan model 3D ukuran tangan rata-rata seorang perenang UNC.
Model tersebut kemudian dibagi menjadi tiga bagian, sehingga memudahkan penggantian jari atau ibu jari saat menguji posisi tangan yang berbeda.
Artikel Terkait
Mizuno dan AS Monaco Hadirkan Jersey Tandang Baru yang Terinspirasi dari Keanggunan Jepang
Pelatih Inter Miami Pasrah Menyaksikan Kelelahan, Messi dan Jordi Alba Diminta Istirahat
Menang 4-0, Thailand Kirim Surat Tantangan Berat ke Tim Vietnam dan Timnas Indonesia
Habiskan Rp 1,3 Triliun, Apa yang Akan MU Dapatkan dari Pemain Baru Mbeumo?
De Bruyne Terkejut Pakai Jersey Nomor 10 Maradona yang Telah Dipensiunkan