Menjaga Kesehatan Otak untuk Kualitas Hidup yang Lebih Baik Hingga Usia Senja.

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Jumat, 23 Mei 2025 | 00:06 WIB
Ilustrasi kesehatan otak. Otak perlu dijaga agar kualitas hidup lebih baik hingga usia senja.
Ilustrasi kesehatan otak. Otak perlu dijaga agar kualitas hidup lebih baik hingga usia senja.

SportlinkNews - Pernahkah disadari bahwa otak, organ vital yang mengatur semua fungsi tubuh. Otak akan terus berkembang sejak masih dalam kandungan hingga menua.

Mengetahui siklus hidup otak bisa menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan mental dan kognitif seumur hidup.

Alih-alih hanya fokus pada penurunan fungsi di usia lanjut, pemahaman akan tahapan perkembangan otak sejak dini justru memberikan kesadaran baru bahwa menjaga otak harus dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sejak sebelum lahir.

Dari janin hingga dewasa, otak tidak pernah diam. Perkembangan otak ini dimulai sejak minggu keempat kehamilan, di mana struktur dasar sistem saraf terbentuk.

Baca Juga: Napoli dan Inter Merencanakan Perayaan Scudetto pada Hari Jumat

Saat bayi lahir, otaknya sudah memiliki sekitar 100 miliar neuron, dengan ukuran mencapai 60 persen dari otak orang dewasa. 

Saat berusia tiga tahun, ukuran otak pun membesar menjadi 80 persen ukuran dewasa, menunjukkan betapa cepatnya perkembangan saraf dan sinaps terjadi di masa awal kehidupan.

"Tiga tahun pertama kehidupan adalah masa emas perkembangan otak. Rangsangan, nutrisi, dan interaksi sosial sangat penting pada periode ini," dikutip dari laman Cito Lab.

Memasuki usia remaja, otak mengalami perkembangan kompleks di bagian myelin, lapisan pelindung saraf yang membantu proses berpikir dan pengambilan keputusan. 

Baca Juga: Hansi Flick Lebih Tertatrik Komitmen Jangka Pendek dengan Barcelona

Meski sudah terbentuk sejak bayi, myelin baru mencapai fungsi maksimalnya pada usia 20-25 tahun.

Inilah alasan remaja sering mengalami emosi naik turun dan kesulitan mengontrol impuls. Perubahan hormonal berpadu dengan otak yang masih "belajar" menjadi dewasa.

Puncak kematangan otak terjadi pada usia 25 Tahun. Di mana bagian lobus frontal, yang mengatur logika, empati, dan perencanaan—mencapai kematangan mulai bekerja.

Di sini lah fase di mana seseorang dianggap cukup matang dalam berpikir dan bertindak.

Baca Juga: Nike Rilis Kembali Hypervenom Phantom RGN SE, Sepatu Legendaris Edisi Terbatas

Namun, tantangan tidak berhenti di sini. Memasuki usia 30 tahun, otak mulai menunjukkan penurunan kecil dalam kemampuan fokus dan belajar hal baru akibat berkurangnya efisiensi sinapsis.

Pada usia 50-an, sebagian orang mulai mengalami penurunan daya ingat jangka pendek, dan sekitar 5 persen orang mengalami gejala awal Alzheimer. 

Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia, terutama jika gaya hidup tidak mendukung kesehatan otak.

Menjaga otak tetap sehat tidak membutuhkan teknologi canggih, cukup dengan perhatian dan konsistensi. 

Baca Juga: Shai Gilgeous-Alexander, Most Valuable Player (MVP) NBA musim 2024-25

Cara efektif yang biasa diterapkan adalah, pertama, stabilkan emosi. Menjaga suasana hati tetap positif berdampak besar pada kesehatan otak.

"Tak apa bersedih, tapi jangan larut terlalu lama," tulis Cito Lab.

Guna menjaga otak tetap 'bugar' dibutuhkan keseimbangan antara olahraga dan istirahat yang cukup. Aktivitas fisik rutin dan tidur yang cukup membantu regenerasi dan relaksasi otak.

Baca Juga: Timnas Indonesia Pantau Cedera Mees Hilgers, Emil Audero Siap Bela Skuad Garuda

Ketiga, adalah menerapkan pola makan seimbang. Salah satunya dengan mengkonsumsi lemak baik (ikan, alpukat, biji-bijian) dan karbohidrat kompleks (buah, sayur, gandum) memberi energi optimal bagi otak.

Jangan lupa untuk aktif bersosialisasi. Interaksi sosial dinilai bisa memberi stimulus positif bagi otak, menjaga kognisi dan empati tetap tajam.

Memahami fase hidup otak adalah langkah pertama. Merawatnya secara konsisten adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan fisik, emosional, dan kualitas hidup yang lebih baik hingga usia senja.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Sumber: Indonesia.go.id, Citolab

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X