Sportlinknews - Dalam bidang ilmu olahraga, gegar otak sering dianggap sebagai kondisi serius karena sifatnya yang tidak kentara dan dapat menimbulkan efek jangka panjang.
Istilah gegar otak sering digunakan secara bergantian dengan istilah cedera otak traumatis ringan (mTBI). Namun, kompleksitasnya dan efeknya pada sistem saraf bisa jauh lebih serius daripada yang terlihat.
Seberapa Brutal Gegar Otak Itu?
Ketidakkentaraan gegar otak merupakan salah satu ciri cedera ini yang paling mengganggu, terutama dalam dunia olahraga.
Baca Juga: Mengapa Asupan Air Wajib Bagi Pelari Maraton?
Dalam 90% kasus gegar otak, tidak terjadi kehilangan kesadaran dan banyak gegar otak yang tidak terdiagnosis atau tidak dikenali.
Atlet dapat terus berpartisipasi dalam aktivitas tanpa mengetahui bahwa mereka mengalami cedera.
Hal ini menakutkan karena gangguan seperti itu pada fungsi otak normal tanpa kelainan struktural yang terdeteksi pada CT atau MRI akibat gegar otak terjadi.
Oleh karena itu, mengajarkan atlet, pelatih, dan instruktur tentang sifat cedera otak yang sebagian besar tidak terlihat dalam olahraga tetap menjadi pekerjaan penting dalam ilmu olahraga.
Baca Juga: Dicoret dari Swansea City, Nathan Tjoe-A-On Terancam Tak Dipanggil Kluivert
Dampak Metabolik dan Fisiologis Gegar Otak
Reaksi otak terhadap gegar otak melibatkan serangkaian perubahan metabolik, fisiologis, dan mikrostruktur yang memengaruhi fungsi otak normal.
Pada tahap akut setelah cedera, neurotransmiter dilepaskan dan metabolisme otak melambat, yang menyebabkan krisis energi dan mengurangi aliran darah otak.
Perubahan dalam metabolisme dan sirkulasi otak ini dapat bertahan selama berhari-hari meskipun gejalanya sendiri mungkin telah mereda.
Baca Juga: PSSI Gandeng UNESA untuk Pengembangan Kualitas Timnas Putri Indonesia
Proses ini memerlukan pemahaman terperinci dalam bidang ilmu olahraga dan protokol pemulihan bagi atlet.
Artikel Terkait
Adidas Rilis Predator 25 Edisi Khusus untuk Sambut Tahun Ular
Liverpool 2 Lille 1: The Reds Pertahankan Rekor 100% Liga Champions
Juventus Ditahan Club Brugge 0-0, Thiago Motta Semprot Para Penyerang
Vincenzo Italiano: Mimpi Liga Champions Jadi Kenyataan, meski Bologna Tersingkir
Benfica 4-5 Barcelona: Kemenangan Epik Barcelona Usai 2 Kali Tertinggal