SportlinkNews - NEC gagal meraih kemenangan melawan Willem II pada hari Sabtu (3/5). Bek timnas Indonesia Calvin Verdonk melakukan bunuh diri.
NEC memulai pertandingan di De Goffert dengan buruk. Setelah setengah menit skor menjadi 0-1, melalui gol bunuh diri Calvin Verdonk.
"Sepanjang minggu kami terus menekankan fakta bahwa kami harus memulai dengan banyak energi. Dan kemudian Anda sudah tertinggal setelah tiga puluh detik karena gol bunuh diri saya," kata Verdonk kepada forzanec.
Baca Juga: Media Vietnam Sebut Proyek Naturasasi Ambisi untuk Menaklukkan Piala Dunia
Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, dipasang sebagai center back dalam laga kali ini oleh pelatih NEC Rogier Meijer. Ia biasanya beroperasi di sayap kiri.
"Setelah itu kami tidak benar-benar bermain maksimal. Mereka bisa bekerja sama dengan bebas di area pertahanan kami, kami tidak menekan, tidak terlibat dalam duel. Kami tidak bermain bagus di seluruh lapangan hari ini."
Pada babak kedua, NEC tidak mampu membalikkan keadaan. Kento Shiogai mengukir namanya di papan skor untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Baca Juga: China Ditinggal Pemain Kunci Jelang Hadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Yang itu sebenarnya tidak jauh lebih baik,” tutur Verdonk. "Baru menjelang menit ke-90 kami mulai bermain lebih oportunis, dengan lebih banyak umpan panjang. Namun, hari ini situasinya buruk."
Pada akhirnya, NEC berhasil menyelamatkan satu poin di fase akhir. Kento Shiogai mencetak gol dari tendangan bebas Thomas Ouwejan.
“Kento mencetak gol saat ia masuk, ia melakukannya dengan baik. Namun, kami tidak boleh senang dengan satu poin melawan Willem II. Meskipun tentu saja itu lebih baik daripada kalah. Sejujurnya, tidak ada yang lebih baik hari ini. Kami hampir tidak memiliki peluang nyata, mungkin hanya beberapa dari bola mati. Saya tidak ingat peluang yang jelas.”
Baca Juga: Cetak 4 Gol 3 Pertandingan, Penyerang Vietnam-Amerika Patut Diwaspadai Timnas Indonesia di SEA Games
Setelah peluit akhir berbunyi, keributan terjadi antara Sami Ouaissa dan Raffael Behounek. Penyebab: NEC tidak mengembalikan bola setelah Willem II menendangnya keluar karena cedera.
"Dia marah karena kami tidak mengoper bola kembali. Saya pikir mereka menembaknya karena cedera, tetapi kami juga bermain untuk sesuatu. Kami ingin mencapai babak play-off dan harus menang," ungkapnya.
Artikel Terkait
Alex Marquez Ungkap Kelemahan Marc Marquez Jelang MotoGP Prancis 2025
Genoa 1-2 Milan: Dampak Leao untuk Kebangkitan Rossoneri
Inter Vs Barcelona: Dani Olmo Bocorkan Suasana Ruang Ganti Seperti Pesta
Resmi, Trent Alexander-Arnold Tinggalkan Liverpool untuk Real Madrid
Conor Benn Beli Rolls-Royce Seharga Rp 5,8 Miliar dari Uang Tampi di Atas Ring