SportlinkNews - Selama konferensi pers perkenalannya sebagai manajer baru Brasil, Carlo Ancelotti menjelaskan mengapa ia tidak memutuskan untuk memimpin Italia.
"Karena mereka sudah punya pelatih hebat dalam diri Luciano Spalletti," kata Acnelotti.
Ia menjadi orang Italia pertama yang pernah ditugaskan untuk menangani Selecao yang legendaris dan diperkenalkan kepada media dalam acara panjang di Rio de Janeiro, Selasa 27 Mei 2025 dini hari WIB.
Baca Juga: Venezia 2-3 Juventus: Bianconeri Amankan Posisi Empat Besar
Sebagian besar pertanyaan menggunakan bahasa Portugis, sementara ia menjawab semuanya dalam bahasa Spanyol. Termasuk pertanyaan yang diajukan kepadanya dalam bahasa Italia.
Ancelotti membantah telah menolak Italia demi Brasil
Salah satu wartawan yang hadir bertanya mengapa pelatih Italia itu memilih untuk memulai karier manajerial internasionalnya untuk Brasil daripada Azzurri.
“Karena saat ini mereka punya pelatih yang merupakan teman saya, Luciano Spalletti, dan Italia tidak pernah memanggil saya,” jawab Ancelotti.
Baca Juga: Bilbao 0-3 Barcelona: Lewandowski Cetak Gol ke-27, tapi Masih Kalah dengan Mbappe
“Mereka tidak pernah memanggil saya karena mereka sudah memiliki pelatih yang hebat. Brasil memanggil, saya sangat bangga berada di sini, karena buku sejarah menunjukkan Brasil adalah tim nasional terbaik di dunia, setelah memenangkan lima trofi Piala Dunia. Merupakan tanggung jawab besar bagi saya untuk memenangkan yang keenam.”
Ancelotti tentang sejarah Brasil dan Italia
Italia berada di urutan berikutnya dengan empat trofi, tetapi bahkan belum lolos ke dua edisi terakhir, absen pada tahun 2018 dan 2022.
“Sepak bola memiliki era dan generasi, ini dapat memengaruhi hasil. Saya yakin Italia dan Brasil akan kembali kompetitif tahun depan,” kata sang pelatih.
Baca Juga: DPR RI Setujui Permohonan Naturalisasi Empat Calon Pemain Timnas Putri Indonesia
“Italia bekerja sangat keras dan Brasil selalu berada di level yang tinggi. Misalnya, Brasil bisa dibilang memiliki skuat terbaik pada tahun 1982. Tapi Italia menang karena Anda perlu menggabungkan bakat dengan semangat pengorbanan dan kerja keras untuk meraih kemenangan.”
Meskipun Ancelotti mengatakan bahwa ia pernah dihubungi sebelumnya untuk mengambil alih pekerjaan di Italia, saat itu ia masih berkomitmen pada sepak bola klub dan mengatakan bahwa ia akan merindukan pengalaman latihan sehari-hari.
Artikel Terkait
Kevin Diks Ungkap Rahasia Cetak Gol dan Membawa FC Copenhagen Juara
Media Vietnam Sambut Gembira Absennya Megawati di AVC Womens Nations Cup 2025, Serangan Tim Voli Putri Indonesia Bakal Melemah
Hasil Undian Piala Dunia U-17: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Brasil
Marc Marquez Finis Ketiga di MotoGP Inggris 2025 meski Terjatuh, Ini Penyebab Utamanya
Hadapi Timnas U-17 Indonesia di Piala Dunia U-17 2025, Ini Tanggapan Pelatih Brasil