Meski begitu, pemerintah Qatar menyatakan serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.
Baca Juga: Hyundai Perpanjang Kemitraannya dengan Atletico Madrid Hingga 2027
Mereka juga menyampaikan keprihatinan atas potensi eskalasi yang terus meningkat akibat konflik Israel-Iran-Amerika.
Di tengah konflik ini, perhatian pun tertuju pada pelaksanaan putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Qatar, bersama Arab Saudi, telah ditetapkan sebagai tuan rumah babak ini.
Baca Juga: Rayakan Momen Emas Shai Gilgeous-Alexander di NBA 2025: Converse Persembahkan SHAI 001 'Trophy Gold'
Namun, situasi keamanan yang memburuk di Qatar menimbulkan kekhawatiran apakah negara tersebut masih layak menjadi lokasi pertandingan internasional yang melibatkan enam tim, yaitu Indonesia, Irak, Oman, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Pengundian grup dijadwalkan berlangsung pada 17 Juli mendatang, sementara pertandingan akan digelar mulai 8 hingga 14 Oktober 2025.
Dengan kondisi keamanan di Qatar yang dipertanyakan, desakan untuk mempertimbangkan lokasi alternatif mulai bermunculan.
Baca Juga: Di Luar Lapangan: Genoa CFC Mendefinisikan Ulang Posisinya dalam Budaya Sepak Bola Kreatif
Indonesia pun dinilai berpotensi menjadi alternatif tuan rumah mengingat kondisi keamanan di kawasan Asia Tenggara yang relatif stabil.
Di tengah dominasi peserta yang berasal dari Timur Tengah, Indonesia dapat tampil sebagai tuan rumah netral yang aman bagi semua pihak.
Artikel Terkait
Kalahkan Mario Barrios, Sejarah Mencatat Manny Pacquiao
Rockets Daratkan Kevin Durant, Incar Giannis untuk Duet Mematikan di NBA 2026
Dua Bintang Tenis Bertengkar di Lapangan Merembet ke Media Sosial
Catatkan Hasil Imbang, Inter Miami akan Bertemu PSG Lebih Awal di Piala Dunia Antarklub 2025
Nasib Sial Al Ahly dan FC Porto, Tersingkir Setelah Hasil Imbang Palmeiras