Ia menilai bahwa filosofi, keberanian, dan kualitas pelatih di Amerika Selatan justru telah menjembatani perbedaan teknis.
"Saya tidak melihatnya sebagai hitam atau putih. Beberapa striker terbaik dunia berasal dari Amerika Selatan, dan mereka punya sepak bola dalam darah," ucap Kompany.
Kompany juga menambahkan bahwa pertandingan kontra Flamengo adalah salah satu laga paling menguras emosi dan energi dalam turnamen sejauh ini, dan mengakui bagaimana Flamengo mampu memberikan tekanan serta menciptakan momen berbahaya.
Artikel Terkait
Klasemen Akhir Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, Klub Eropa Mendominasi Juara Grup
Data dan Fakta Menarik Sepanjang Babak Penyisihan Grup Piala Dunia Antarklub FIFA 2025
Kalahkan Benfica, Moises Caicedo: Memenangkan Piala Dunia Antarklub akan Sangat Berarti Bagi Kami
Lionel Messi Kaget Inter Miami Dihantam PSG 4-0, Media Prancis Masih Simpan Dendam
Bayern Amankan Tiket Perempat Final, El Clasico Eropa Lawan PSG Menanti