“Pemain naturalisasi harus melengkapi, bukan menggantikan. Tim nasional harus memiliki jati diri Malaysia,” tegas Rizal.
Baca Juga: Semen Padang FC Jalani Uji Coba ke Malaysia Demi Mengasah Kekuatan Menjelang Super League 2025/26
Ia menekankan bahwa kegagalan menyampaikan informasi secara terbuka dapat menggerus kepercayaan dari publik, sekaligus berpotensi menimbulkan krisis identitas dalam skuad nasional.
Ketertutupan informasi juga dinilainya merugikan para suporter, bukan hanya di Malaysia, tapi juga di lingkup Asia Tenggara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul, juga turut memberikan tanggapan terkait polemik ini.
Baca Juga: Chelsea Diuntungkan Jika ke Final, Dua Pemain PSG dan Real Madrid Dilarang Tampil
Ia menegaskan bahwa AFC hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari pihak mana pun mengenai dugaan pelanggaran naturalisasi pemain di Malaysia.
Menurut Windsor, seluruh urusan mengenai status dan kualifikasi pemain menjadi kewenangan penuh dari FIFA, bukan AFC.
Ia juga menegaskan bahwa belum ada peringatan atau kekhawatiran dari FIFA terkait penggunaan pemain naturalisasi Malaysia dalam laga kualifikasi.
Artikel Terkait
Elkan Baggott Terancam Dipinjamkan Lagi, Masa Depan di Ipswich Town Masih Abu-abu
Jordi Amat Antusias Duet dengan Rizky Ridho di Persija Jakarta
Komitmen dan Perjuangan Bambang Susanto, Legenda Pacific Caesar Surabaya yang Terus Menyala
Satu Grup dengan Timnas Indonesia, Malaysia Tingkatkan Mata-mata, Siap Halangi Jalan Tim Vietnam
PT LIB Buka Peluang Suporter Tandang, Ini Pertandingan yang Dikecualikan