Kecepatan pemain Brasil itu menjadi faktor kunci dalam golnya. "Saya memiliki kecepatan yang bagus," tambahnya. "Tetapi biasanya tidak dalam jarak jauh. Inilah yang membedakan saya dalam mencetak gol ini."
Lari jarak jauh bintang Sundowns ini mengalahkan tendangan keras Kenan Yildiz dari luar kotak penalti saat melawan Wydad AC, tendangan bebas Lionel Messi melawan FC Porto, dan gol menakjubkan Joao Pedro melawan Fluminense FC.
Penghargaan ini juga merupakan pengakuan atas kontribusi Afrika terhadap turnamen ini. Mamelodi Sundowns tampil mengagumkan, memukau penonton sebelum tersingkir setelah babak penyisihan grup.
Di grup F, Borussia Dortmund tampil sebagai juara grup namun gagal di perempat final. Sementara Fluminense yang menjadi runner up, berhasil lolos ke babak semifinal namun takluk dari Chelsea 0-2. Mamelodi Sundowns berada di peringkat ketiga dan Ulsan HD di dasar klasemen grup.
Artikel Terkait
Kerja Keras Dortmund Jegal Mamelodi Sundowns, Niko Kovac: Saya Berkeringat Seperti Baru Keluar dari Sauna
Disingkirkan Fluminense, Pemain Mamelodi Sundowns Malah Menari di Lapangan
Final Piala Dunia Antarklub Berujung Perkelahian Besar, Manajer PSG Luis Enrique Menampar Wajah Joao Pedro dari Chelsea
Delapan Momen Epik Piala Dunia Antarklub FIFA 2025