Menurutnya, catatan terbesar Malaysia melawan Indonesia adalah memblok lemparan ke dalam jarak jauh lawan yang berbahaya.
"Lemparan ke dalam jarak jauh sangat berbahaya bagi saya, kami melihatnya ketika Indonesia melawan Filipina," kata pelatih Nafuzi Zain.
"Kami sudah mempersiapkan diri sejak latihan, berlatih mengantisipasi lemparan ke dalam jarak jauh dari lawan. Dan kami proaktif dalam pertandingan hari ini."
Baca Juga: Singapura Diterjang Badai Guntur, Arsenal Batal Sesi Latihan Pertama Pramusim
Setelah 3 kemenangan beruntun melawan Indonesia di level U-23, Malaysia gagal melanjutkan tren positif melawan skuat Garuda Muda. Hasil imbang 0-0 secara resmi menghentikan langkah mereka ke babak penyisihan grup.
Pada akhirnya, Indonesia berhasil meraih posisi puncak Grup A dan lolos, sementara Filipina masih menunggu hasil dua pertandingan tersisa di Grup B dan C, di mana mereka berharap Thailand dan Vietnam tidak kalah sehingga Filipina dapat lolos sebagai tim terbaik kedua.
Artikel Terkait
Cetak Cetak Sejarah, FIFA Cabut Gelar Juara Dunia Man Utd, Man City, dan Liverpool
ASEAN Cup U23 2025: Nafuzi Zain Apresiasi Performa Solid Malaysia U23 Meski Gagal Lolos
Nathan Tjoe-A-On, Selamat Datang di Tilburg!
Tersingkir dari ASEAN Cup U23 2025, Media Malaysia Sebut Sepak Bola Muda Malaysia Sedang Runtuh
Juventus Buka Pembicaraan dengan Raksasa La Liga untuk Bek Berusia 27 Tahun