Al Ahli merekrut Enzo Millot (Stuttgart) seharga 27 juta pound (Rp 523 miliar), sementara Al Ittihad menghabiskan paling sedikit, sekitar 19 juta pound (Rp 368 miliar) untuk membeli dua pemain Ahmed Al-Julaydan dan Hamed Al-Ghamdi.
Angka ini masih jauh lebih rendah dibandingkan musim panas 2023, ketika total pengeluaran keempat klub Arab Saudi tersebut sekitar 750 juta pound (Rp 14,5 triliun).
Penjualan keempat klub papan atas ini terjadi setelah pemerintah Saudi mengumumkan rencana privatisasi tim sepak bolanya.
Baca Juga: Pernah Gagal, Kevin Diks Tetap Berharap Jadi Algojo Penalti Timnas Indonesia
Bulan lalu, Kementerian Olahraga negara tersebut mengonfirmasi penyelesaian penjualan Al-Kholood kepada Harburg Group yang berbasis di AS, sementara Al-Zulfi dan Al-Ansar dialihkan ke investor domestik.
Baru-baru ini, Kementerian Olahraga Arab Saudi terus mengundang investor yang tertarik pada klub-klub lain seperti Al-Najma dan Al-Okhdood, menandai fase kedua proyek privatisasi.
Jika berhasil, penjualan Al Nassr dan tiga klub besar lainnya akan menciptakan titik balik penting, membuka era baru bagi sepak bola Arab Saudi.
Mereka akan beralih dari model investasi negara ke pembangunan berkelanjutan berbasis sumber daya sosial.
Yuk gabung channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Super League, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, Sport Science, Culture, Fashion hingga seputar KONI. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Ronaldo Ingin Al-Nassr Rekrut Greenwood, Manchester United Diuntungkan
Francesco Bagnaia Frustrasi, Marc Marquez Bersinar di Sesi Practice MotoGP Hungaria
Hasil Super League: Persija Bermain Imbang dengan Malut United FC, Gol Maxwell Jadi Penyelamat Macan Kemayoran
Spekulasi Transfer Thom Haye, Persib Bandung Jadi Kandidat Terkuat
Baru Tiba di Paris, Skuat Indonesia Langsung Tancap Gas Jelang Kejuaraan Dunia 2025