Komite Disiplin FIFA kemudian menggelar investigasi, mengevaluasi bukti, dan menjatuhkan sanksi.
Baca Juga: Honda Bangkit di MotoGP Jepang 2025, Joan Mir dan Luca Marini Lolos ke Q2
FAM dijatuhi denda sebesar CHF 350.000 atau sekitar Rp7,3 miliar.
Sementara itu, tujuh pemain yang terlibat masing-masing didenda CHF 2.000 (Rp41 juta) dan dihukum larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan.
Meski begitu, FAM masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan FIFA.
Baca Juga: MotoGP Jepang: Francesco Bagnaia Bangkit, Kuasai Sprint Race di Motegi
Kasus Malaysia ini mengingatkan publik pada insiden serupa yang menimpa Timor Leste pada 2017.
Kala itu, Federasi Sepak Bola Timor Leste (FFTL) dijatuhi sanksi berat oleh AFC bekerja sama dengan FIFA setelah ketahuan memalsukan dokumen kelahiran 12 pemain asal Brasil.
Penyelidikan yang dibuka AFC sejak 2016 mengungkap para pemain tersebut didaftarkan menggunakan akta kelahiran palsu yang mengklaim salah satu atau kedua orang tua mereka berasal dari Timor Leste.
Padahal, informasi tersebut terbukti tidak benar.
Akibatnya, FFTL dikeluarkan dari Piala Asia 2023 dan dijatuhi denda USD20.000.
Sekretaris Jenderal FFTL kala itu, Amandio de Araujo Sarmento, dihukum larangan tiga tahun berkegiatan di sepak bola serta denda USD9.000.
Baca Juga: Ousmane Dembele Menangkan Ballon d’Or 2025, Unggul Jauh dari Lamine Yamal
Pejabat lainnya, Gelasio De Silva Carvalho, turut didenda USD3.000 karena dianggap merusak integritas pertandingan.
Artikel Terkait
Pep Guardiola Akui Kesulitan Menemukan Pengganti Kyle Walker Meski Ada Abdukodir Khusanov, Rico Lewis, dan Matheus Nunes
Tampil Konsisten, Jebolan Akademi Manchester City Nico O'Reilly Diganjar Kontrak Lima Musim
Bruno Fernandes Cetak 100 Gol untuk Manchester United, Ini Rekam Jejaknya
Hansi Flick Bungkus 50 Kemenangan sebagai Pelatih Barcelona dalam 67 Pertandingan
Juventus Ingin Putuskan Rekor Kekalahan Kandang Melawan Atalanta