Ia menegaskan bahwa melarang pemain tampil meski masih memiliki kontrak aktif adalah bentuk hukuman profesional yang tidak semestinya terjadi.
Baca Juga: Usai Bela Timnas Indonesia, Sandy Walsh Langsung Gabung Latihan di Buriram United
“Ini benar-benar memalukan. Seperti larangan profesional."
"Tidak bermain selama setahun, lalu baru melihat apakah ada klub yang tertarik. Itu cara yang tidak adil,” kata Derksen.
Menurut jurnalis berusia 76 tahun itu, kebijakan Twente justru berpotensi merusak karier Hilgers.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga Italia Serie A Pekan Ketujuh, Duel Lecce vs Sassuolo Jadi Laga Pembuka
Dengan tidak tampil dalam waktu lama, peluang pemain berdarah Manado tersebut untuk mendapatkan klub baru akan semakin kecil.
Derksen bahkan menyerukan agar para pemain profesional berpikir dua kali sebelum menerima tawaran bergabung dengan Twente.
“Kamu seharusnya tidak bermain untuk klub seperti ini karena mereka tidak mengikuti aturan. Mereka mencoba menghancurkanmu,” ujarnya menambahkan.
Baca Juga: AC Milan dan Emirates Perpanjang Kontrak Kemitraan yang Telah Berlangsung Sejak 2007
Selain memperlakukan Hilgers secara tidak adil, Derksen juga mengkritik keputusan klub yang memecat pelatih Joseph Oosting pada awal musim.
Baginya, hal itu memperkuat kesan bahwa Twente kini menjadi klub yang kehilangan arah.
“Sungguh memalukan. FC Twente kini menjadi klub yang benar-benar buruk,” tuturnya.
Baca Juga: Jay Idzes Belum Nongol di Latihan Perdana Sassuolo Usai Membela Timnas Indonesia
Meski demikian, Hilgers tidak sepenuhnya diasingkan. Ia masih diperbolehkan berlatih bersama tim utama setiap pekan.
Artikel Terkait
Pelle Buka-bukaan Soal Kehidupan Baru di Dubai Setelah Bercerai dengan 'Wanita Tercantik di Dunia'
Terpilih Aklamasi Pimpin KONI Malut Periode 2025-2029, Sarbin Sehe Ungkap Tantangan Ke Depan
PSSI Akhiri Kerja Sama dengan Patrick Kluivert
Duel Persita vs PSIM Yogyakarta, Momentum Laskar Mataram Membalas Kekalahan dari Pendekar Cisadane
Jelang Pertandingan PSBS Biak vs Persib, Maung Bandung Masih Dominan