Lebih jauh, Erick menekankan pentingnya refleksi terhadap situasi di dalam negeri.
Ia menyoroti maraknya kasus bullying dan ungkapan bernada rasis di dunia olahraga dan media sosial di Indonesia sebagai alarm agar semua pihak lebih waspada dan bertanggung jawab.
“Fenomena ini harus menjadi pelajaran bersama. Jangan sampai tindakan tidak etis di dunia maya maupun di lapangan justru mencoreng wajah sepak bola kita dan berujung pada sanksi atau denda dari FIFA,” jelasnya.
Baca Juga: Lionel Messi Evaluasi Peluang Piala Dunia dan Pertimbangkan Pensiun
PSSI berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi dan kampanye anti-rasisme dan anti-bullying melalui kompetisi, pembinaan usia muda, serta media sosial.
Bagi Erick, semangat keberagaman yang menjadi kekuatan Indonesia harus tercermin dalam perilaku seluruh elemen sepak bola nasional.
Artikel Terkait
PSSI Tak Mainkan Timnas Indonesia di Jeda Internasional, Poin FIFA Terancam Mandek
PSSI Terima Sanksi Terberat Ketiga di Dunia dari FIFA, Thom Haye dan Shayne Diskorsing
Tantangan Guardiola Menghadapi Badai Cedera Pemain Kunci
Para Ilmuwan Ungkap Otak Penggemar Sepak Bola Ketika Tim Mereka Kalah
Ditunjuk Jadi CEO Juventus yang Baru, Damien Comolli: Tujuan Kami Kembali Mendominasi Serie A