“Tim ini harus tahu bagaimana bereaksi, menyadari bahwa mereka kuat. Mereka harus memahami momen-momen pertandingan, lebih konkret, lebih klinis, tidak terlalu fokus pada sepak bola indah,” ujar Chivu.
Itulah yang dilakukan Inter. Chivu mengatakan siap menghadapi tekanan tinggi mereka dan bahkan sempat mengatakan tidak akan menjaga terlalu ketat, tetapi begitulah gol pertama terjadi.
“Kami bereaksi dengan tekad dan kualitas untuk menyamakan kedudukan, tetapi tidak mampu mempertahankan hasil hingga akhir, juga tidak mampu memanfaatkan serangan balik tersebut untuk memenangkannya.”
Masalah besar lainnya bagi Nerazzurri adalah kelemahan mereka dalam bertahan dari serangan balik, yang sudah terlihat jelas saat kalah dari AC Milan akhir pekan lalu.
“Saya pikir reaksi di babak kedua menunjukkan kesabaran dan kami menyerang ruang, menginginkan bola di area tersebut," urainya.
Terkadang jika Anda menunggu bola datang kepada Anda, maka Anda memberi lawan waktu untuk kembali ke bentuk semula dan mengatur ulang formasi.
"Jika kami melakukan ini, kami tidak akan mudah kehilangan bola di area tengah dan rentan terhadap serangan balik,” jelas Chivu.
Baca Juga: PSSI Optimis Timnas U-22 Pertahankan Emas SEA Games 2025 Meski Kemenpora Hanya Minta Perak
Disadari Inter juga harus bekerja lebih baik di depan gawang. Ia tahu itu adalah kekalahan kedua berturut-turut di mana timnya tampil bagus, tetapi pulang dengan tangan kosong.
"Kami harus menyadari apa yang perlu kami lakukan, bekerja keras, lebih gigih, dan melakukan pekerjaan kotor saat dibutuhkan.”
Atletico Madrid membuat perbedaan malam ini dengan pemain pengganti mereka, sementara Chivu diberitahu bahwa para pemain Inter tidak masuk dari bangku cadangan dengan tekad yang sama.
“Kami berharap Atleti akan merespons dengan kekuatan yang segar dan kami mencoba meredamnya. Kami baru saja menyelesaikan derby, jadi tidak banyak energi yang tersisa, tetapi kami berusaha memberikan semua yang kami miliki,” jawab Chivu.
Baca Juga: Kemenangan Milan atas Inter Picu Perdebatan, Massimiliano Allegri Dipuji dan Dikritik
“Semua orang berusaha memberikan yang terbaik, saya tidak bisa menyalahkan mereka. Tentu saja, kami bisa bermain lebih baik, dengan memasukkan energi segar yang mulai terkuras saat itu, terutama saat menguasai bola dan memperlambat tempo.
Artikel Terkait
Inter Milan dan Red Bull Jalin Kemitraan Global Selama Tiga Tahun
Garuda Pertiwi Taklukkan Nepal 2-1, Modal Berharga Jelang SEA Games 2025
Real Madrid Gabungkan Performa Ofensif Terbaik dan Defensif Terburuk dalam Kemenangan atas Olympiakos
Liverpool 1 PSV 4: The Reds Hancur Jadi Bubur di Anfield
Arsenal 3 Bayern Munich 1: The Gunners Mengamuk Menyerbu Puncak untuk Mengakhiri Kutukan Bavaria