"Saya bahkan berpikir 'apakah ini benar?."
Baca Juga: Holy Masihor, Petinju Sulsel Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia 2025
Jung juga menegaskan bahwa kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di masa lalu dan sudah tidak pantas dilakukan dalam konteks sepak bola modern.
"Sebenarnya ada banyak situasi yang serupa, hal itu sudah tidak patut di lakukan di masa sekarang."
"Pelecehan seksual atau fisik tetaplah pelecehan jika korban melihatnya demikian."
Baca Juga: Baru 5 Menit Main, Ajax Vs Groningen Dibatalkan Gegara Kembang Api
"Saya yakin banyak pemain merasakan hal yang sama, memang benar ada banyak masalah."
"Saya yakin Lee Chung-yong, tim kapten, dan klub akan merilis pernyataan yang jelas, apa yang salah ya salah," tegasnya.
Setelah ramai diperbincangkan, Shin Tae-yong akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai isu tersebut.
Baca Juga: Surat Kabar Malaysia: Mimpi Harimau Malaya Muda Dihancurkan Vietnam
Ia tidak menampik bahwa insiden penamparan memang pernah terjadi.
Namun, pelatih berusia 55 tahun itu menekankan bahwa tindakannya tidak dilandasi niat menyerang, melainkan bentuk kedekatan serta rasa sayang kepada pemain yang sudah lama dikenalnya.
"(Jung) Seung-hyun adalah murid yang pernah bermain bersama saya di Olimpiade dan Piala Dunia," kata Shin seperti dikutip News1.kr.
Baca Juga: Kata-kata Thom Haye Cetak Gol Debut Buat Persib
"Dia adalah pemain yang saya sayangi dan saya temui sampai meninggalkan Ulsan."
Artikel Terkait
Chelsea 1 Arsenal 1: Hilang Keunggulan Tujuh Poin dalam Derby London yang Panas
Roma 0-1 Napoli: Neres Penentu Perebutan Scudetto
Girona 1-1 Real Madrid: Tiga Kali Tanpa Menang, Resmi Kehilangan Puncak Klasemen
Xabi Alonso Jabarkan Kesulitan Real Madrid Melawan Girona
Napoli di Jalur Scudetto Begini Reaksi Conte Usai Taklukkan Roma