Dalam penjelasannya, Miyamoto menyebut tim memiliki dua sasaran utama: mimpi besar dan target realistis.
Baca Juga: PSIM Yogyakarta Kehilangan Kiper Andalannya Akibat Cedera Lutut
"Para pemain memiliki tujuan yang jelas, yaitu menjadi juara turnamen," ucapnya.
Ia mengakui bahwa ambisi tersebut terdengar tinggi, namun menurutnya sangat mungkin dicapai.
"Tentu saja hal itu terdengar sangat ambisius, tetapi pemain kami sekarang banyak yang bermain di Eropa," ujar Miyamoto.
Baca Juga: LTAD Jadi Sarana Industri & Diplomasi Olahraga untuk Mensejahterakan Atlet
Dengan semakin banyak pemain Jepang yang bersaing di liga top Eropa, kualitas dan pengalaman mereka dinilai sudah berada pada level elite.
"Mereka bersaing dengan pemain dan klub-klub top, dan mereka tahu level seperti apa yang dibutuhkan untuk dicapai," tambahnya.
Di sisi lain, JFA memasang target yang lebih realistis bagi tim.
Baca Juga: Tiket Persib vs Borneo FC Ludes, Fabio Lefundes Tidak Gentar Hadapi Bobotoh
"Adapun sebagai organisasi, target kami adalah mencapai perempat final. Jepang belum pernah mencapai babak itu sebelumnya (di Piala Dunia)," katanya.
Miyamoto menilai bahwa melangkah ke fase 8 besar merupakan tujuan yang mungkin untuk dicapai dengan kekuatan skuad saat ini.
"Jadi itulah tujuan yang realistis dan mungkin untuk dicapai," tegasnya.
Baca Juga: Hadiah Uang Tunai Bagi Perenang World Aquatics Tahun 2025 Tembus Rp168 Miliar
Sejak melakukan debut di Piala Dunia Prancis 1998, Jepang tak pernah absen dalam delapan edisi berturut-turut.
Artikel Terkait
Hasil dan Klasemen Liga Primer Inggris Pekan 14, Arsenal Menjauh
Man Utd 1 West Ham 1: Setan Merah Dicemooh karena Buang Peluang untuk Lolos ke Liga Champions
Chaba Kaew Hajar Timnas Putri Indonesia 8-0, Madam Pang Guyur Bonus Rp 260 Juta
Sarri Beberkan Alasan Kenapa Marah Usai Lazio Singkirkan Milan
Mengapa Spanyol Difavoritkan untuk Memenangkan Piala Dunia 2026?