Imbas Serangan AS-Israel, Iran Pertimbangkan Mundur dari Piala Dunia 2026

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Minggu, 1 Maret 2026 | 17:54 WIB
Suasana di Teheran, Iran imbas dari serangan yang dilancarkan AS dan Israel. (Reuters)
Suasana di Teheran, Iran imbas dari serangan yang dilancarkan AS dan Israel. (Reuters)

SportlinkNews - Partisipasi Timnas Iran dalam putaran final Piala Dunia 2026 kini berada di ambang ketidakpastian. Situasi ini memanas menyusul serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Teheran pada Sabtu (28/2) waktu setempat.

Ketegangan geopolitik ini memicu keraguan besar dari pihak Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI). Presiden FFIRI, Mehdi Taj, memberikan sinyal kuat bahwa skuad Singa Persia kemungkinan besar batal terbang ke turnamen yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

"Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat, sepertinya kita tidak bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para petinggi olahraga yang harus memutuskan hal itu," kata Mehdi Taj, dikutip dari Marca.

Baca Juga: Inter 2-0 Genoa: Keajaiban Dimarco untuk Gol Kedelapan

Sebagai salah satu wakil Asia, Iran dijadwalkan bersaing di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Ironisnya, seluruh laga fase grup Mehdi Taremi dan kawan-kawan direncanakan berlangsung di Amerika Serikat, yang kini terlibat langsung dalam konflik militer dengan Iran.

Kondisi ini menempatkan FIFA dalam posisi terjepit. Federasi sepak bola dunia tersebut harus menghadapi risiko pengunduran diri Iran atau potensi penolakan izin masuk skuad Iran oleh pemerintah Amerika Serikat.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan pertemuan internal. Meski demikian, FIFA memilih untuk tidak gegabah dalam mengambil sikap.

Baca Juga: Rating Pemain Barcelona Melawan Villarreal: Lamine Yamal Hattrick di Spotify Camp Nou

"Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara detail. Namun, kami akan terus memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia," ucap Grafstrom.

Hanya menyisakan waktu kurang dari empat bulan sebelum sepak mula, FIFA kini dikepung berbagai persoalan keamanan serius di negara tuan rumah. Selain konflik AS-Iran, isu kekerasan Kartel Jalisco di Meksiko juga telah lebih dulu menjadi sorotan.

Tekanan dari negara peserta pun meningkat. Mereka mendesak jaminan keselamatan bagi seluruh rombongan tim dan ribuan suporter yang akan hadir. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Grafstrom menegaskan komitmen FIFA untuk tetap menjalankan turnamen sesuai rencana.

"Fokus kami adalah Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi. Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah tuan rumah, seperti yang selalu kami lakukan dalam situasi apa pun. Semua orang akan aman," ujarnya.

Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: Marca

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X