SportlinkNews - Pelatih Jerman, Julian Nagelsmann, mulai memetakan komposisi skuad final untuk menyongsong Piala Dunia 2026. Fokus utamanya saat ini tertuju pada penguatan lini tengah yang dianggap masih memiliki celah secara profil pemain.
Nagelsmann secara terbuka memberikan bocoran mengenai kerangka tim yang akan dibawa ke turnamen akbar tersebut. Nama Leon Goretzka muncul sebagai salah satu pilar yang tetap masuk dalam rencana besar sang pelatih.
Keputusan ini terbilang berani mengingat performa Goretzka di level klub bersama Bayern Munchen sedang mengalami penurunan. Gelandang berusia 31 tahun tersebut tidak lagi menjadi pilihan utama yang tak tergantikan di skema Die Roten.
Baca Juga: Conor Benn Kembali Naik Ring Melawan Mantan Juara Dunia
Sepanjang musim 2025/26, Goretzka memang telah mencatatkan 32 penampilan bersama klub raksasa Bavaria itu. Namun, menit bermainnya terpangkas signifikan akibat kebijakan rotasi pelatih yang sering menempatkannya di bangku cadangan.
Efektivitas Goretzka di depan gawang juga terlihat menurun dengan hanya mengemas dua gol sepanjang musim ini. Kendati demikian, statistik tersebut tampaknya tidak menggoyahkan keyakinan Nagelsmann terhadap atribut fisik anak asuhnya tersebut.
Bagi Nagelsmann, keberadaan Goretzka sangat krusial untuk menjalankan strategi pressing tinggi. Kemampuan duel satu lawan satu yang dimiliki eks pemain Schalke 04 tersebut dianggap sebagai aset langka yang dibutuhkan Jerman saat ini.
Baca Juga: Hindari Sanksi Bojan Hodak Enggan Bicara Soal Pertandingan Persib vs Persebaya
"Leon Goretzka, meskipun mendapat waktu bermain lebih sedikit di Bayern, memiliki peluang bagus untuk bermain dan memainkan peran serupa seperti yang dia mainkan di kualifikasi Piala Dunia. Karena dia adalah pemain yang sering masuk ke area penalti, kuat dalam duel udara, dan memberikan kekuatan yang baik dalam permainan," ujar Nagelsmann dikutip dari One Football.
Nagelsmann memproyeksikan Goretzka sebagai perisai utama untuk mengantisipasi serangan balik lawan yang mengandalkan umpan-umpan panjang. Menurutnya, dinamika Piala Dunia 2026 akan sangat menuntut ketahanan fisik di zona tengah.
"Akan ada juga momen-momen di Piala Dunia ketika kita melakukan pressing tinggi dan lawan memainkan bola-bola panjang," ucap juru formasi berusia 38 tahun tersebut.
Baca Juga: Kekalahan Beruntun Tak Goyahkan Ambisi Real Madrid
Dalam analisisnya, Nagelsmann mengeluhkan minimnya variasi profil gelandang Jerman yang didominasi oleh tipe pengatur serangan. Ia merasa sulit menemukan pemain nomor enam yang memiliki agresivitas bertahan sekaligus keunggulan dalam duel udara.
"Kami benar-benar kekurangan gelandang bertahan yang stabil dan agresif di Jerman - terutama di udara. Saya telah menonton banyak pertandingan dari berbagai kandidat untuk posisi nomor enam," ujarnya.
Artikel Terkait
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Depay Mengukir Sejarah bagi Belanda, Jerman Menang di Laga Perdana
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Jerman dan Prancis Menang, Swiss Kalahkan Swedia, Ukraina Panen Gol
Penampakan Jersey Piala Dunia 2026 dari Kaus Klasik Argentina hingga Seragam Retro Jerman
Panser Jerman Merangsek Slovakia 6 Gol, Hutang Terbayar dengan Tiket Ke Piala Dunia 2026
Jerman Angkat Isu Boikot Piala Dunia 2026 Imbas Polemik Greenland