SportlinkNews - Lima bintang sepak bola wanita Iran terlihat tersenyum setelah diberikan suaka di Australia. Mereka mempertaruhkan nyawa dengan menolak menyanyikan lagu kebangsaan.
Para pemain pemberani ini mempertaruhkan nyawa mereka dengan menolak menyanyikan lagu kebangsaan yang terkait dengan rezim. Tapi media pemerintah Iran menyebut mereka sebagai "pengkhianat".
Donald Trump mengkonfirmasi dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa mereka sudah diurus, menambahkan bahwa sisanya sedang dalam perjalanan.
Baca Juga: Gol Injury Time Marusic Hancurkan Harapan Sassuolo, Lazio Menang 2-1
"Namun, beberapa merasa mereka harus kembali karena khawatir tentang keselamatan keluarga, termasuk ancaman terhadap anggota keluarga tersebut jika mereka tidak kembali," tambah presiden AS.
Lima pemain – Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh dan Mona Hamoudi – melarikan diri dari pengawal mereka dengan bantuan polisi.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, bertemu dengan para wanita tersebut pada Selasa (10/3) pagi setelah pemerintah setuju untuk memberikan visa kemanusiaan bagi para wanita yang bersembunyi.
Baca Juga: Getafe Vs Real Betis Memanas, Penggemar Berkelahi di Tribun
“Saya katakan kepada anggota tim lainnya bahwa kesempatan yang sama ada di sana,” katanya.
Foto-foto menunjukkan para wanita tersebut merayakan bersama menteri saat ia menyelesaikan dokumen untuk memberikan suaka kepada mereka.
Wakil presiden Masyarakat Iran Queensland, Hadi Karimi, mengatakan kepada 9news.com.au bahwa diharapkan lebih banyak pemain dapat bergabung dengan rekan satu tim mereka yang telah dibebaskan.
Sebelumnya dalam sebuah unggahan di Truth Social, presiden tersebut mengatakan: “Australia melakukan kesalahan kemanusiaan yang mengerikan dengan membiarkan tim sepak bola wanita nasional Iran dipaksa kembali ke Iran, di mana mereka kemungkinan besar akan dibunuh."
Baca Juga: Lionel Messi Tepuk Tangan Saat Donald Trump Jelaskan Perang Iran
“Jangan lakukan itu, Tuan Perdana Menteri, berikan SUAKA. AS akan menerima mereka jika Anda tidak mau.”
Artikel Terkait
Main Lebih Awal di Swiss Open 2026, Sektor Ganda Indonesia Fokus Maintain Power
Jake Paul Kagetkan Tunangannya dengan Bentley G Wagon
Xavi Ungkap Laporta Akan Tendang Messi Jika Kembali ke Barcelona
Pertandingan Paling Brutal dalam Sejarah Sepak Bola Brasil, Semua Pemain Berkelahi, Wasit Keluarkan 23 Kartu Merah
Jelinya Pemain Persib Memanfaatkan Peluang di Lini Pertahanan Persik Kediri