“Kami memang tertinggal 0-1, tetapi bahkan jika pertandingan pertama berakhir 0-0 pun kami tetap harus mencetak satu gol. Jadi situasinya tidak banyak berubah," kata Riekerink.
"Tugas pertama kami tetap sama, yaitu mencetak gol,” tegas Jan Olde Riekerink.
Lebih lanjut, Jan Olde Riekerink menjelaskan bahwa filosofi permainan Dewa United bertumpu pada kolektivitas tim dan pergerakan tanpa bola.
Baca Juga: Jelinya Pemain Persib Memanfaatkan Peluang di Lini Pertahanan Persik Kediri
“Gaya bermain kami pada dasarnya menekankan pergerakan tanpa bola, penguasaan bola, kerja sama tim, serta sirkulasi permainan dari sisi kiri ke kanan untuk menempatkan pemain yang tepat di area dan ruang yang tepat,” terangnya.
Bersama Persib, Dewa United menjadi wakil Indonesia di level Asia. Sayangnya, Persib kandas di babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) setelah kalah agregat 1-3 melawan Ratchaburi FC.
Kini tinggal Dewa United yang berjuang di level Asi. Kita berharap Banten Warrior mampu mengalahkan Manila Digger FC di laga kandang agar bisa lolos ke babak semifinal AFC Challenge League.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Dewa United Kalah Tipis dari Manila Digger di Perempat Final AFC Challenge Leg Pertama
Dewa United Optimistis Balikkan Keadaan pada Leg Kedua 8 Besar AFC Challenge League
Laga Persija vs Dewa United Berpotensi Dipindah ke Bekasi
Jan Olde Riekerink Yakin Dewa United Bisa Tundukkan Manila Digger FC di Leg Kedua ACL