SportlinkNews - Legenda sepak bola Inggris, David Beckham, menyatakan kekecewaannya atas keputusan Thomas Tuchel yang tidak memanggil Trent Alexander-Arnold ke tim nasional. Meski demikian, ia menegaskan dirinya tetap menghormati otoritas penuh yang dimiliki oleh pelatih asal Jerman tersebut.
Tuchel diketahui tidak menyertakan nama bek sayap tersebut untuk memperkuat Inggris pada jeda internasional akhir Maret ini. Keputusan ini diambil menjelang dua laga uji coba penting menghadapi tim nasional Uruguay dan Jepang.
Kebijakan Tuchel dalam menepikan pemain berusia 27 tahun tersebut memicu perdebatan luas di kalangan pengamat sepak bola dunia. Alexander-Arnold tengah menunjukkan performa yang sangat konsisten bersama klub raksasa Spanyol, Real Madrid.
Baca Juga: Nicolo Bulega Tampil Prima di Race 1 dan Superpole Race WorldSBK Portugal
Sejauh musim ini berjalan, pemain jebolan akademi Liverpool tersebut telah mencatatkan 21 penampilan kompetitif bersama Los Blancos. Namun, catatan impresif di level klub ternyata belum cukup untuk meluluhkan hati Tuchel guna memanggilnya kembali.
Sejak kursi kepelatihan Inggris beralih ke tangan mantan pelatih Bayern Munchen tersebut, Alexander-Arnold memang kesulitan menembus skuad utama. Ia tercatat sudah absen membela panji Tiga Singa sejak September tahun lalu.
Beckham secara terbuka mengaku salah satu pengagum berat gaya permainan yang dimiliki oleh sang pemain. Mantan kapten Inggris tersebut menilai kualitas visi bermain Alexander-Arnold merupakan aset yang sangat berharga bagi tim.
Baca Juga: Herdman Soroti Kunci Kemenangan Garuda, Fokus Hadapi Bulgaria di Final
Adanya kritik yang sering dialamatkan kepada Alexander-Arnold mengenai kemampuan bertahannya yang dianggap sebagai titik lemah. Namun, Beckham membandingkan situasi tersebut dengan karakteristik legenda bek kiri asal Brasil, Roberto Carlos.
"Itulah mengapa saya bukan manajer Inggris, karena saya tidak harus membuat keputusan itu. Tapi, saya penggemar berat Trent. Saya sering mendengar, 'Dia tidak sebaik dalam bertahan seperti dalam menyerang'. Yah, terkadang Anda harus menerima itu. Roberto Carlos adalah bek yang luar biasa, tetapi juga luar biasa dalam menyerang," kata Beckham dikutip dari TalkSport.
Argumen Beckham tersebut menekankan bahwa kualitas ofensif yang luar biasa terkadang jauh lebih bernilai dibandingkan sedikit celah di lini belakang. Menurutnya, setiap pemain besar pasti memiliki karakteristik unik yang perlu dikelola dengan cara yang tepat.
Baca Juga: Senggol Fabio Di Giannantonio, Marc Marquez Diganjar Long Lap Penalty
Di sisi lain, Tuchel tampaknya memiliki filosofi permainan yang sangat berbeda dalam menyusun komposisi lini pertahanannya. Ia dikabarkan lebih memprioritaskan sosok bek sayap yang memiliki atribut defensif yang sangat kuat dan disiplin.
Prioritas tersebut menjadi alasan utama mengapa sang pelatih lebih memilih nama lain untuk mengisi sektor bek kanan Inggris saat ini. Tuchel ingin memastikan keseimbangan tim tetap terjaga saat menghadapi serangan balik cepat dari lawan-lawannya nanti.
Artikel Terkait
Inggris 1 Uruguay 1: Ben White Dicemooh, dari Pahlawan Jadi Penjahat
Pelatih Inggris Thomas Tuchel Banyak Belajar dari Ujian Melawan Uruguay
Manfaatkan Koneksi Pemain Arsenal, Inggris Bisa Maksimalkan Situasi Bola Mati
Inggris Apes, Thomas Tuchel Krtik Kepemimpinan Wasit
Thomas Tuchel Ungkap Harry Maguire Hanya Jadi Opsi Kelima di Lini Belakang Inggris