Spanyol Ditahan Mesir Dinodai Nyanyian Rasis,Luis de la Fuente Kecam Suporter

Suryansyah, Sportlink News
- Rabu, 1 April 2026 | 11:05 WIB
Pertandingan persahabatan Spanyol dan Mesir dinodai oleh rasisme.
Pertandingan persahabatan Spanyol dan Mesir dinodai oleh rasisme.


SportlinkNews - Luis de la Fuente dan Rafael Louzan mengecam nyanyian rasis yang tidak dapat ditoleransi.

“Saya telah meminta maaf kepada presiden Federasi Sepak Bola Mesir," kata Rafael Louzan.

Spanyol ditahan imbang tanpa gol oleh Mesir pada Rabu 1 April 2026 dini hari WIB.

Tapi yang menjadi perbincangan utama adalah nyanyian rasis yang ditujukan kepada tim tamu dari sebagian pendukung di dalam Stadion RCDE.

Baca Juga: Masuk FIFA Series 2026, Timnas Putri Hadapi RD Kongo di Laga Perdana

Pada babak pertama, nyanyian siapa pun yang tidak melompat adalah seorang Muslim terdengar di dalam stadion, sementara lagu kebangsaan Mesir juga dicemooh sebelum pertandingan.

Sejumlah besar pendukung mencemooh para penggemar yang memulai nyanyian tersebut.

Pelatih kepala Spanyol Luis de la Fuente juga mengeluarkan kecamannya setelah pertandingan, seperti yang dilaporkan oleh Marca.

Baca Juga: Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia Usai Dihancurkan Bosnia

“Semua orang memiliki pendapat yang sama: ini tidak dapat ditoleransi. Kami menolaknya sepenuhnya. Saya pikir mereka bertindak dengan baik dengan peringatan di papan skor," katanya.

"Sebagian besar telah bersiul kepada orang-orang yang tidak pantas. Kekerasan bukanlah bagian dari sepak bola, mereka memanfaatkan sepak bola, seperti halnya dalam semua aspek kehidupan lainnya. Kita harus memalingkan muka dari mereka.”

Louzan: Kami mengutuk situasi seperti ini
Presiden Federasi Sepak Bola Spanyol Rafael Louzan juga berbicara kepada media setelah pertandingan berakhir di Stadion RCDE, dan dengan kutipan yang juga dimuat oleh Marca, ia juga mengecam nyanyian-nyanyian tersebut.

Baca Juga: IBL Resmi Buka Bursa Transfer, Klub Punya Waktu hingga 12 April

“Terima kasih kepada para penggemar dari kota Barcelona karena hampir memenuhi stadion. Dan pada saat yang sama, kami mengutuk situasi spesifik dan terisolasi seperti ini yang terjadi. Olahraga dan sepak bola seharusnya menjadi contoh, bukan seperti ini. Dalam papan skor video, kami telah mengutuk sikap-sikap ini dan agar hal itu tidak terjadi lagi.”

Halaman:

Editor: Suryansyah

Sumber: Marca

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nasib Tragis N'Golo Kante di Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:17 WIB

Inggris 6 Prancis 4: Pertandingan Paling Gila

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:33 WIB
X