Inggris Dikalahkan Jepang di Wembley, Thomas Tuchel Enggan Panik

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 1 April 2026 | 19:34 WIB
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel. (AP Photo)
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel. (AP Photo)

SportlinkNews - Laju Inggris dalam rangkaian uji coba Maret ini harus berakhir dengan hasil minor. Menjamu Jepang di Stadion Wembley, Rabu (1/4) dini hari WIB, skuad asuhan Thomas Tuchel dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1 melalui gol tunggal yang dicetak Kaoru Mitoma.

Kekalahan ini memperpanjang catatan kurang memuaskan Inggris bulan ini setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Uruguai. Meski bermain di hadapan publik sendiri, The Three Lions tampak kesulitan membongkar pertahanan disiplin Samurai Biru.

Eksperimen taktik menjadi faktor yang terlihat jelas dalam laga ini. Thomas Tuchel memilih menurunkan tim lapis kedua dan harus kehilangan sejumlah pilar utama seperti Harry Kane, Declan Rice, hingga Bukayo Saka yang absen karena berbagai alasan.

Baca Juga: Daftar Lengkap 48 Negara Peserta dan Pembagian Grup Piala Dunia 2026

Kreativitas Inggris menjadi sorotan tajam setelah Cole Palmer dan kolega gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang paruh pertama. Meski demikian, Tuchel menanggapi hasil negatif ini dengan kepala dingin dan meminta publik untuk tetap tenang.

"Ini mengecewakan tapi ini bukanlah kiamat. Lihat berapa banyak pemain kami yang absen dan cedera, ada sekitar delapan pemain," kata Tuchel kepada BBC.

Manajer asal Jerman tersebut menilai bahwa kondisi tim saat ini belum berada di level maksimal akibat padatnya jadwal kompetisi domestik. Ia lebih memilih fokus pada proses jangka panjang untuk membenahi kekurangan skuad yang ada.

Baca Juga: Dari Tanah Meksiko, Irak Melenggang Kembali ke Piala Dunia 2026

"Kami masih punya kamp pelatihan di Maret nanti, mari melihat dari prespektif yang berbeda. Kami belum dalam kondisi prima, kompetisi juga masih padat," ucapnya.

Ketidakhadiran delapan pemain inti diakui Tuchel sangat memengaruhi kedalaman strategi yang bisa ia terapkan di lapangan. Namun, ia tidak memungkiri bahwa secara emosional, kekalahan tetaplah hal yang menyakitkan bagi seorang pelatih.

"Hasil-hasil itu tidak menyenangkan dan kami tidak menyukainya. Saya benci kalah tapi ini kenyataannya," ungkapnya.

Baca Juga: Persija Terus Asah Kekuatan Tim, Alaaeddine Ajaraie Mulai Pulih dari Cedera

Kekalahan dari Jepang menjadi bahan evaluasi penting bagi staf kepelatihan Inggris sebelum memasuki Piala Dunia 2026. Efektivitas lini serang tanpa kehadiran Harry Kane terbukti masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi prestasi tersendiri bagi Jepang yang mampu menaklukkan raksasa Eropa di kandangnya yang sakral. Kedisiplinan transisi Negeri Matahari tersebut menjadi pembeda utama dalam duel yang berlangsung ketat.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: BBC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB
X