Jangan Remehkan Irak, Graham Arnold Siapkan Kejutan untuk Piala Dunia 2026

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 1 April 2026 | 20:15 WIB
Pemain Irak merayakan kemenangan 1-0 atas Indonesia.
Pemain Irak merayakan kemenangan 1-0 atas Indonesia.

SportlinkNews - Keberhasilan emosional menyelimuti skuad Irak setelah dipastikan mengunci satu tempat di putaran final Piala Dunia 2026. Pelatih Graham Arnold, mengungkapkan kegembiraan luar biasa karena berhasil memandu armada Singa Mesopotamia melewati rintangan terakhir pada babak kualifikasi.

Tiket bersejarah menuju turnamen paling bergengsi sejagat tersebut diraih melalui perjuangan yang sangat melelahkan. Irak sukses memetik kemenangan tipis 2-1 atas Bolivia dalam laga final play-off antarkonfederasi yang berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko, pada Rabu (1/4) pagi WIB.

Pencapaian itu menjadi catatan emas bagi sejarah sepak bola Irak di kancah internasional. Ini merupakan kali kedua negara tersebut lolos ke putaran final Piala Dunia, sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 40 tahun sejak penampilan perdana pada edisi 1986 silam.

Baca Juga: Daftar Lengkap 48 Negara Peserta dan Pembagian Grup Piala Dunia 2026

Pada keikutsertaan terakhirnya empat dekade lalu di Meksiko, langkah Irak harus terhenti lebih awal di fase grup. Kala itu, mereka menelan tiga kekalahan beruntun dari tuan rumah Meksiko, Belgia, dan Paraguai, sebuah memori yang kini ingin dihapus dengan prestasi baru.

Berdasarkan hasil undian yang telah ditetapkan, Irak tergabung dalam Grup I Piala Dunia 2026. Mereka dijadwalkan bersaing dengan kekuatan besar Eropa, Prancis dan Norwegia, serta wakil Afrika yang tangguh, Senegal.

Menanggapi peta persaingan di grup tersebut, Graham Arnold membawa perspektif dari pengalamannya di masa lalu. Ia merujuk pada perjalanannya saat masih menangani tim nasional Australia pada edisi Piala Dunia sebelumnya di Qatar.

Baca Juga: Dari Tanah Meksiko, Irak Melenggang Kembali ke Piala Dunia 2026

"Sebelum memikirkan menghadapi Prancis, saya harus menyebutkan bahwa saya pernah menghadapi mereka sebelumnya bersama tim nasional Australia di Piala Dunia 2022, dan kami kalah 4-1, tetapi kami menggunakan pengalaman itu sebagai motivasi untuk mengalahkan Tunisia dan Denmark dan lolos ke babak 16 besar," kata Arnold sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Irak (INA).

Arnold menekankan status Irak sebagai tim yang tidak diunggulkan justru bisa menjadi kekuatan tersembunyi. Baginya, tekanan mental justru berada di pihak lawan yang secara tradisional lebih diunggulkan di atas kertas.

"Sebagai tim nasional Irak, kami tidak merasa terbebani. Kami harus terjun ke Piala Dunia dengan mentalitas pemenang; itulah satu-satunya cara untuk meraih kesuksesan," ucap pelatih berusia 62 tahun tersebut mengenai filosofi permainannya.

Baca Juga: Persija Terus Asah Kekuatan Tim, Alaaeddine Ajaraie Mulai Pulih dari Cedera

Lebih lanjut, Arnold melihat pertemuan dengan bintang-bintang top dunia sebagai kesempatan langka bagi para pemainnya. Bertanding melawan pemain terbaik dunia menurutnya adalah ujian sekaligus pengakuan atas level permainan yang telah mereka capai.

"Berada di lapangan yang sama dengan pemain seperti Mbappe dan Haaland adalah kehormatan besar bagi pemain kami, dan kami akan menghormati kemampuan mereka, tetapi kami akan turun ke lapangan untuk mencoba menang dan mengejutkan dunia," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: INA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB
X