Demi Keselamatan Pemain, Hector Souto Tuntut Standar Wasit Lebih Tinggi

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 9 April 2026 | 19:59 WIB
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto (FFI)
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto (FFI)

SportlinkNews - Jelang semifinal ASEAN Futsal 2026, pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, melontarkan kritik untuk wasit dan AFC. Menurutnya, pengadilan lapangan bertugas masih jauh dari standar ideal kompetisi internasional.

Souto merasa perlu menyuarakan kekhawatirannya demi menjamin keselamatan para pemain yang akan bertanding melawan Vietnam. Kritik ini muncul setelah ia melakukan pemantauan mendalam terhadap beberapa pertandingan yang sudah berlangsung selama fase grup sebelumnya.

Fokus utama Souto tertuju pada kurangnya ketegasan wasit dalam mengendalikan intensitas permainan yang cenderung menjurus pada tindakan kasar. Ia menilai pembiaran terhadap benturan fisik yang berlebihan dapat mencederai sportivitas serta merugikan masa depan para pemain profesional.

Baca Juga: Mantan Pemain Piala Dunia Ditangkap Polisi karena Perampokan Bersenjata

Refleksi kritis Souto merujuk pada jalannya laga antara Thailand dan Vietnam yang berlangsung sangat keras pada Rabu (8/4). Ia menyoroti adanya sejumlah insiden berbahaya yang luput dari peringatan serius atau kartu dari saku wasit yang bertugas.

"Saya melihat beberapa pertandingan, dan saya pikir level wasit tidak cukup bagus dengan cara mereka membiarkan permainan berjalan terlalu agresif," kata Souto.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya ketidakpuasan mendalam terhadap cara ofisial pertandingan dalam menerjemahkan aturan main di lapangan hijau. Ia menilai kegagalan wasit dalam membaca situasi berbahaya bisa berdampak fatal bagi kelangsungan karier seorang pemain futsal.

Baca Juga: Catat Kinerja Gemilang Sepanjang Super League, Bojan Hodak akan Bertahan atau Tinggalkan Persib?

"Kita bisa lihat kemarin ada banyak pelanggaran keras, namun wasit tidak melindungi pemain," ucapnya.

Bagi Souto, tugas seorang wasit bukan sekadar meniup peluit untuk memulai atau menghentikan alur bola di dalam lapangan. Esensi tertinggi dari keberadaan pengadil adalah menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap individu yang bermain mendapatkan perlindungan hukum sesuai regulasi.

"Ini adalah hal terburuk yang bisa mereka lakukan, karena hal yang paling penting adalah melindungi pemain," tuturnya.

Baca Juga: Hadapi Bali United FC, Ramon Tanque Waspadai Tren Positif Serdadau Tridatu

Ketidaktegasan ofisial dalam mengambil keputusan krusial dianggap sebagai langkah mundur bagi perkembangan industri futsal di kawasan Asia Tenggara. Souto secara spesifik mendesak agar teknologi Video Support dimanfaatkan secara maksimal untuk meminimalisir kesalahan manusia yang bersifat subjektif.

Souto meminta Komite Wasit AFF dan AFC untuk melakukan pengawasan ketat terhadap kinerja para utusannya di lapangan. Ia berharap ada tindakan preventif guna meredam agresivitas yang tidak perlu sebelum laga semifinal kontra Vietnam dimulai pada Jumat (10/4).

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X