ASEAN Futsal Championship 2026: Souto Tuntut Perbaikan, Indonesia Incar Performa Lebih Solid Lawan Australia

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 8 April 2026 | 00:08 WIB
Timnas Futsal Indonesia saat menghadapi Malaysia di penyisihan grup ASEAN Championship 2026 di Nonthanburi, Thailand, Selasa, 7 April 2026. Indonesia memastikan semifinal usai menang 1-0 atas Malaysia (FFI)
Timnas Futsal Indonesia saat menghadapi Malaysia di penyisihan grup ASEAN Championship 2026 di Nonthanburi, Thailand, Selasa, 7 April 2026. Indonesia memastikan semifinal usai menang 1-0 atas Malaysia (FFI)

SportlinkNews - Timnas Futsal Indonesia menatap laga penutup fase grup ASEAN Championship 2026 menghadapi Timnas Futsal Australia dengan pendekatan berbeda.

Meski tiket semifinal sudah diamankan, duel ini tetap dipandang krusial sebagai pijakan menuju fase gugur.

Pelatih Hector Souto usai pertandingan melawan Malaysia, Selasa, 7 April 2026, menegaskan bahwa pertandingan ini bukan sekadar soal hasil akhir, melainkan momentum untuk memperbaiki performa tim secara menyeluruh.

Baca Juga: Jelang Lawan Manchester City, Skuad Chelsea Desak Klub Cabut Hukuman Enzo Fernandez

"Target pertama tentu lolos ke semifinal dan itu tidak pernah mudah. Dua pertandingan awal harus kami menangkan. Sekarang ini menjadi kompetisi baru bagi kami," ujar Souto.

Ia menilai kualitas permainan Garuda masih perlu ditingkatkan, terutama dalam pengambilan keputusan dan efektivitas di depan gawang. Menurutnya, para pemain masih kerap terburu-buru dalam memaksimalkan peluang.

"Kami terlalu keras dalam beberapa situasi. Seharusnya bisa memaksimalkan lebih banyak peluang, baik dari bola mati maupun serangan posisional. Kemistri antar pemain juga belum maksimal di beberapa momen," ungkapnya.

Baca Juga: Tolak Naturalisasi Tanpa Keturunan, Madam Pang Tegaskan Identitas Timnas Thailand

Meski demikian, dominasi Indonesia tetap terlihat dari jumlah peluang yang diciptakan.

Dalam laga sebelumnya, Garuda mampu melepaskan puluhan tembakan, jauh lebih banyak dibanding lawan. Namun, Souto menyoroti momen krusial di akhir pertandingan yang hampir berujung fatal akibat hilangnya kontrol permainan.

"Saat tinggal 38 detik, kami menguasai bola tapi memilih menembak dan kehilangan kontrol. Lawan mendapatkan kesempatan serangan balik yang hampir berbuah gol. Ini pelajaran penting," jelasnya.

Baca Juga: Ubed Tantang Koki Watanabe di Kejuaraan Asia 2026

Menghadapi Australia, Souto meminta timnya tampil lebih tenang dan disiplin, terutama dalam mengelola tempo permainan di momen-momen krusial.

"Menghadapi Australia, para pemain harus tampil lebih tenang, efektif, dan disiplin dalam setiap fase permainan, sehingga mampu menunjukkan performa yang lebih solid," tukasnya.

Laga ini diprediksi menjadi ujian penting bagi Indonesia untuk menyempurnakan permainan sebelum memasuki fase semifinal, di mana tantangan yang dihadapi dipastikan akan semakin berat.

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X