SportlinkNews - Keputusan Harry Kane untuk meninggalkan Inggris dan bergabung dengan Bayern Munchen mendapatkan apresiasi besar dari Bruno Fernandes. Gelandang Manchester United tersebut meyakini langkah besar ini telah menempatkan Kane dalam posisi terdepan untuk meraih penghargaan individu paling bergengsi, Ballon d'Or 2026.
Rekam jejak Kane memang luar biasa dengan koleksi 280 gol selama 13 musim pengabdiannya bersama Tottenham Hotspur sebelum pindah pada musim panas 2023. Namun, kepindahannya ke Jerman justru membuat ketajaman penyerang Timnas Inggris tersebut makin meledak dengan torehan 134 gol hanya dalam kurun waktu kurang dari tiga musim.
Dominasi Bayern Munchen musim ini di kancah domestik maupun Eropa makin memperkuat status Kane sebagai kandidat utama pemain terbaik dunia. Raksasa Bavaria tersebut kini sedang berada di jalur yang tepat untuk merengkuh gelar treble ketiga mereka sepanjang sejarah klub pada musim 2025/26.
Baca Juga: Como 3-4 Inter: Comeback Dramatis Membawa Pemimpin Klasemen Unggul 9 Poin
Tim asuhan Vincent Kompany ini memimpin jauh dalam persaingan Bundesliga, menembus babak semifinal DFB-Pokal, dan memiliki peluang besar untuk melangkah ke semifinal Liga Champions. Kontribusi Kane sangat krusial dalam performa impresif tersebut melalui sumbangan 49 gol di semua kompetisi yang ia ikuti sejauh ini.
Bruno Fernandes mengaku sangat terkesan dengan keberanian Kane yang memilih untuk meninggalkan zona nyamannya di Liga Primer demi tantangan baru di luar negeri. Ia berpendapat kehebatan seorang pemain seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah trofi kolektif yang berhasil dimenangi bersama timnya saja.
Menurutnya, sejarah penghargaan Ballon d'Or telah membuktikan pemain terbaik tetap bisa memenangi gelar individu meskipun timnya gagal meraih kejayaan di kompetisi antarklub Eropa. Kualitas permainan individu yang konsisten dan luar biasa seringkali menjadi faktor penentu utama dibandingkan hanya sekadar raihan trofi sebagai satu kesatuan tim.
Baca Juga: Bintang Liga Premier Ini Punya Tato Mengharukan Tentang Pelatih Toze
"Kita sudah melihat banyak sekali pemenang Ballon d'Or yang tidak juara Liga Champions. Mereka tetap menang karena mereka adalah yang terbaik," kata Fernandes dikutip The Times.
Fernandes juga bersikap sangat jujur mengenai perspektifnya terhadap kepentingan trofi kolektif dalam karier seorang pemain sepak bola profesional saat ini. Ia mengakui trofi memang krusial, namun sepak bola adalah olahraga tim yang hasilnya sangat bergantung pada performa rekan setim lainnya di lapangan.
"Sudah jelas, lebih lebih mudah buatku mengatakannya karena aku memang tidak banyak memenangi trofi. Dan trofi-trofi itu memang penting. Namun, di saat yang sama, Anda kan tidak bermain sendiri. Ini bukan tenis," ujarnya.
Baca Juga: Genoa 2-1 Sassuolo: Diwarnai 2 Kartu Merah, Jay Idzes dkk Tumbang di Stadio Ferraris
Selain itu Fernandes juga memberikan pandangannya mengenai peluang Kane untuk memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang masa Liga Primer seandainya tetap bertahan di London Utara. Meskipun rekor tersebut gagal diraih karena kepindahannya ke Jerman, status legendaris Kane di kancah sepak bola Inggris tetap tidak akan tergoyahkan.
"Seandainya dia masih bertahan [di Tottenham] untuk satu atau dua musim, dia akan jadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Primer. Jadi, apakah dia akan menjadi legenda atau tidak? Dia akan menjadi legenda," tuturnya.
Artikel Terkait
Joao Pedro Kini Setara Haaland, Kane, dan Mbappe
Bayern Munich Lolos Perkasa, Harry Kane Ukir 50 Gol di Liga Champions
Bayern Munchen vs Real Madrid, Harry Kane: Ini akan Menjadi Pertandingan Besar
Kabar Terbaru Harry Kane Jelang Pertandingan Muenchen Vs Real Madrid
Rumah Mewah Baru Harry Kane Mirip Istana Buckingham dengan Fitur Bawah Tanah Tersembunyi