SportlinkNews - Spekulasi mengenai masa depan kursi kepelatihan tim nasional Italia kini memasuki babak baru dengan munculnya nama Pep Guardiola. Juru taktik Manchester City tersebut dikabarkan menanti langkah konkret dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk membuka jalur negosiasi secara formal.
Langkah ini diambil federasi sebagai respons atas keterpurukan prestasi yang dialami Gli Azzurri belakangan ini. FIGC ingin membangun kembali kekuatan setelah gagal berlaga di Piala Dunia 2026.
Agenda besar pembenahan tim nasional tidak hanya menyentuh aspek teknis di lapangan saja. Selain perombakan dari struktur manajemen, FIGC juga masih mencari pelatih anyar untuk Alessandro Bastoni dan kawan-kawan.
Baca Juga: Madura United Bertekad Lolos dari Zona Merah, Jan Olde Riekerink Waspada
Bursa calon pelatih baru pun mulai diramaikan oleh deretan nama teknisi lokal yang sarat pengalaman. Sejumlah sosok pun mulai dikaitkan. Massimiliano Allegri, Antonio Conte, dan Roberto Mancini menjadi kandidatnya.
Meskipun tiga nama besar tersebut memiliki rekam jejak mentereng, mereka kabarnya bukan prioritas utama federasi. Kabarnya, Pep Guardiola adalah sosok yang dianggap tepat untuk membangkitkan sepak bola Italia.
Rumor ini berkembang pesat seiring dengan ketidakpastian kontrak Guardiola di Stadion Etihad. Apalagi, masa depan pelatih 55 tahun itu di Manchester City juga mulai diragukan.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pekan ke-34 Liga Primer, Peluang Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen
Beberapa sumber internal menyebutkan pria asal Catalan tersebut sedang mencari tantangan baru di level internasional. Guardiola dikabarkan ingin memulai siklus baru dengan meninggalkan The Citizens.
Keinginan FIGC untuk merekrut Guardiola rupanya mendapatkan respons positif. Gazzetta dello Sport melaporkan, eks juru formasi Barcelona tersebut bersedia mendengarkan tawaran yang dilayangkan FIGC.
Bola kini berada di tangan federasi untuk segera mengambil tindakan nyata guna mengamankan jasa Guardiola. Oleh karena itu, pihak FIGC harus menghubunginya jika memang serius.
Baca Juga: Jelang Grand Prix Spanyol Alex Rins Benarkan Dirinya akan Dilepas Yamaha Akhir Musim 2026
Keterikatan emosional menjadi salah satu faktor kuat mengapa Guardiola mempertimbangkan untuk melatih tim juara dunia empat kali itu. Kondisi ini karena ia pernah memperkuat Brescia dan AS Roma ketika masih menjadi pemain.
Kendati minat kedua belah pihak sudah terlihat jelas, proses negosiasi diprediksi tidak akan berjalan dengan mudah. Italia juga punya pekerjaan rumah lain jika ingin Guardiola menjadi pelatih berikutnya.
Artikel Terkait
Donald Trump Minta FIFA Tunjuk Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026
Tiga Kali Beruntun Absen di Piala Dunia, Buffon Bedah Borok Kegagalan Italia
Dino Zoff: Italia Tetap Harus Berjuang ke Piala Dunia ‘Meskipun Itu Tidak Terlalu Sportif’
Bagaimana Reaksi Iran Digantikan Italia di Piala Dunia 2026?
Italia Menolak Hak Istimewa untuk Gantikan Iran di Piala Dunia