Oxford United Degradasi Gegara Datang ke Indonesia

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Senin, 27 April 2026 | 23:41 WIB
Oxford United melangkah ke final Piala Presiden. (oxfordfc)
Oxford United melangkah ke final Piala Presiden. (oxfordfc)

SportlinkNews - Awan mendung menyelimuti masa depan Oxford United setelah mereka dipastikan terlempar dari persaingan divisi Championship musim depan. Meski sempat memetik kemenangan telak di kandang sendiri, hasil tersebut tidak cukup menyelamatkan posisi mereka di kasta kedua sepak bola Inggris.

Kemenangan 4-1 atas Sheffield Wednesday di Stadion Kassam pada Sabtu (25/4) terasa hambar bagi Oxford United. Poin penuh yang diraih di hadapan pendukung sendiri tersebut menjadi tidak berarti akibat hasil pertandingan di tempat lain yang tidak menguntungkan.

Nasib sial The U's ditentukan oleh Charlton Athletic yang berhasil memetik kemenangan tipis 2-1 saat bertamu ke markas Hull City. Keberhasilan Charlton meraih tiga poin tersebut memastikan posisi mereka aman sekaligus mengirim Oxford United ke jurang degradasi.

Baca Juga: Putri KW Siap Buka Jalan, Indonesia Bidik Juara Grup Lawan Chinese Taipei di Piala Uber 2026

Saat ini Charlton telah mengumpulkan total 53 poin yang secara matematis sudah tidak mungkin lagi dikejar Oxford United. Ole Romeny dan rekan-rekan tertahan di peringkat ke-22 dengan koleksi 47 poin sementara kompetisi hanya menyisakan satu pertandingan.

Setelah berjuang keras selama dua tahun terakhir di divisi Championship, perjalanan Oxford United akhirnya harus menemui titik nadir. Musim depan, klub ini terpaksa kembali bersaing di League One atau divisi ketiga dalam hierarki sepak bola Inggris.

Kegagalan bertahan di kompetisi kasta kedua ini pun langsung memicu beragam analisis kritis dari berbagai pengamat sepak bola lokal. Salah satu poin yang menjadi sorotan tajam adalah efektivitas persiapan tim sebelum kompetisi musim ini resmi bergulir.

Baca Juga: Piala Thomas 2026: Indonesia vs Prancis, Menang Lolos, Kalah Terancam Tersingkir

Pandit BBC Radio Oxford, Jerome Sale, secara spesifik menyoroti agenda tur pramusim klub yang terbang jauh ke Asia Tenggara. Keikutsertaan Oxford United dalam ajang Piala Presiden 2025 di Indonesia dianggap menjadi salah satu pemicu ketidakstabilan tim.

Langkah komersial tersebut harus dibayar mahal dengan cederanya bintang Timnas Indonesia, Ole Romeny, yang saat itu menjadi tumpuan utama. Absennya Romeny dalam waktu yang cukup lama akibat cedera di turnamen tersebut memberikan dampak signifikan pada produktivitas gol tim.

"Apa yang salah? Bukan hanya satu hal besar, tetapi banyak hal," Sale menuliskan dalam analisisnya mengenai keterpurukan klub musim ini.

Baca Juga: Spanyol Tegaskan Ambisi Gelar Final Piala Dunia 2030 di Santiago Bernabeu

Menurut pandangannya, faktor kelelahan pemain dan persiapan teknis yang tidak maksimal di Indonesia menjadi awal mula bencana. Selain itu, pergerakan klub di bursa transfer juga dianggap tidak mampu menambal lubang yang ada dalam skuad secara cepat.

"Tur pramusim yang gagal di Indonesia dan jendela transfer musim panas yang tersendat-sendat mungkin berkontribusi pada awal yang lambat yang tidak pernah bisa dipulihkan oleh United. Pergantian manajerial mungkin juga datang sangat telat," ungkapnya menjabarkan kerumitan masalah internal klub.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: BBC

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB
X