Selain hadiah yang didasarkan pada prestasi di lapangan, setiap negara yang lolos kualifikasi berhak menerima 1,5 juta untuk menutupi biaya persiapan. Dana hibah awal ini diharapkan mampu menunjang fasilitas latihan maupun laga uji coba sebelum kick-off resmi dimulai.
Kebijakan finansial baru ini diharapkan dapat menjaga kualitas kompetisi tetap kompetitif tanpa membebani keuangan federasi negara berkembang maupun maju. Dengan sokongan dana yang lebih kuat, FIFA optimistis Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi yang paling inklusif dan sukses secara organisasi.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Bagaimana Reaksi Iran Digantikan Italia di Piala Dunia 2026?
Italia Menolak Hak Istimewa untuk Gantikan Iran di Piala Dunia
Brasil Menghadapi Kejutan Lain Jelang Piala Dunia 2026
Spanyol Tegaskan Ambisi Gelar Final Piala Dunia 2030 di Santiago Bernabeu
Cedera ACL, Xavi Simons Gagal Bela Belanda di Piala Dunia 2026