Lupakan Filosofi, Vincent Kompany Hanya Incar Kemenangan Mutlak Saat Jamu PSG

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Rabu, 6 Mei 2026 | 20:42 WIB
Pelatih Bayern Munchen Vincent Kompany (FC Bayern)
Pelatih Bayern Munchen Vincent Kompany (FC Bayern)

SportlinkNews - Bayern Munchen mengusung misi wajib menang saat menjamu raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), dalam laga hidup mati di Allianz Arena. Pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions yang dijadwalkan pada Kamis (7/5) dini hari WIB ini akan menjadi penentu nasib wakil Jerman tersebut.

Kekalahan tipis 4-5 pada pertemuan pertama di Paris pekan lalu memaksa Die Roten tampil lebih agresif di hadapan publik sendiri. Bayern Munchen setidaknya harus mengamankan kemenangan dengan selisih minimal dua gol jika ingin melaju ke partai final.

Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany menegaskan timnya tidak akan terjebak dalam perdebatan mengenai keindahan gaya bermain atau filosofi tertentu di lapangan. Prioritas utama Harry Kane dan kolega saat ini hanyalah mengamankan hasil akhir yang memastikan keunggulan agregat atas tim tamu.

Baca Juga: Arsenal 1 Atletico Madrid 0: Bukayo Saka Amankan Tempat di Final Liga Champions Pertama dalam 20 Tahun

Kompany memilih untuk mengabaikan catatan tanpa kebobolan demi mengejar target kemenangan yang sangat krusial. Strategi menyerang total kemungkinan besar akan diterapkan guna membongkar pertahanan ketat yang diprediksi akan dibangun oleh kubu lawan.

"Kami main di kandang, kami ingin menang dan akan melakukan segalanya untuk meraihnya," ujar Kompany seperti dilansir situs resmi UEFA.

Selain itu, Kompany juga menekankan bahwa pada level kompetisi tertinggi seperti semifinal Liga Champions, hasil akhir jauh lebih penting daripada sekadar penguasaan bola. Pengalaman memenangi banyak pertandingan besar di masa lalu menjadi modal mentalitas yang ditekankan kepada seluruh anggota skuadnya.

Baca Juga: Reaksi Arteta Usai Arsenal Tenggelamkan Atletico

"Misi kami adalah menang. Itulah intinya, bukan filosofi. Kami sudah menang berkali-kali, Paris juga," ucapnya.

Fokus pada efektivitas penyelesaian akhir menjadi kunci utama yang terus dimatangkan dalam sesi latihan terakhir menjelang laga penentuan ini. Mantan kapten Manchester City tersebut tidak ingin anak asuhnya kehilangan momentum hanya karena terlalu terpaku pada skema permainan yang ideal.

Kompany mengakui bahwa menjaga gawang agar tetap perawan adalah skenario yang bagus, namun hal itu bukan syarat mutlak untuk lolos. Pendekatan pragmatis akan diambil demi memastikan tiket final berada dalam genggaman Bayern Munchen di akhir laga.

Baca Juga: Diego Simeone Ribut di Pinggir Lapangan dengan Mantan Direktur Olahraga Atletico

"Kalau bisa dilakukan dengan tanpa kebobolan, itu bagus. Tapi lebih pragmatis lagi adalah menang," ujarnya.

Lini belakang Bayern Muchen tetap diminta waspada terhadap serangan balik cepat yang menjadi senjata utama PSG sepanjang kompetisi musim ini. Meski mengejar banyak gol, keseimbangan antara lini serang dan bertahan tetap menjadi perhatian serius tim kepelatihan tuan rumah.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: UEFA

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X