"Mereka jelas punya peluang. Saya kira mereka harus memanfaatkan fisiknya, tinggi badannya, memaksimalkan setiap bola mati dan membawa PSG ke tempat yang tidak mereka inginkan dan buat mereka tidak nyaman," ungkapnya.
Pertemuan kedua tim di Puskas Arena pada Sabtu (30/5) diprediksi menjadi salah satu final yang paling taktikal dalam sejarah Liga Champions. Seluruh elemen tim Arsenal kini dituntut untuk mempersiapkan strategi matang demi membuktikan status tidak diunggulkan tersebut dapat dipatahkan.
Yuk, gabung di channel whatsapp sportlinknews.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru. Klik di sini (JOIN)
Artikel Terkait
Lupakan Filosofi, Vincent Kompany Hanya Incar Kemenangan Mutlak Saat Jamu PSG
Bayern Muenchen 1 PSG 1 (5-6 agregat): Tuan Rumah Dibuat Menangis
Mengapa VAR Italia Di Bello Benar dalam Keputusan Kontroversial Bayern Muenchen vs PSG
Final Liga Champions: Arsenal Bertemu PSG di Puskas Arena, Stadion Berkapasitas 67.000 Tempat Duduk
UEFA Majukan Jadwal Laga Final Liga Champions PSG vs Arsenal