SportlinkNews - Di tengah musim yang mulai berubah menjadi kekacauan internal, Real Madrid kini menghadapi ancaman yang sebelumnya hampir tak terpikirkan, yakni kehilangan Federico Valverde.
Gelandang asal Uruguay itu selama ini dianggap sebagai simbol loyalitas modern Los Blancos.
Ia bermain di berbagai posisi, menjadi pemain yang selalu berlari tanpa kompromi, dan diproyeksikan mengenakan ban kapten musim depan setelah era Dani Carvajal berakhir.
Baca Juga: Satu Poin Krusial Girona Jauhkan Diri dari Zona Merah
Namun dalam hitungan pekan, situasi di Bernabeu berubah drastis.
Perselisihan panas dengan Aurelien Tchouameni di ruang ganti membuat nama Valverde mendadak masuk radar sejumlah klub elite Eropa.
Insiden tersebut disebut berujung pada denda besar bagi kedua pemain dan membuat Valverde harus mendapat penanganan medis hingga dibawa ke rumah sakit.
Baca Juga: Tempuh Perjalanan Jauh, Marc Klok Tegaskan Persib Siap Berjibaku di Parepare
Kondisi itu langsung memancing respons dari luar Spanyol.
Paris Saint-Germain disebut menjadi klub pertama yang bergerak memantau situasi.
Klub raksasa Prancis itu dilaporkan sudah lama mengagumi Valverde dan kini memanfaatkan keretakan internal Madrid untuk membuka komunikasi informal terkait kemungkinan transfer.
Baca Juga: Kejayaan Sempurna Inter Milan di Musim Ini
Meski belum mengajukan tawaran resmi, PSG memahami bahwa harga Valverde tidak akan murah. Madrid diyakini hanya akan mempertimbangkan angka di atas 100 juta euro untuk salah satu aset paling penting mereka.
Bukan hanya PSG yang mengamati perkembangan tersebut. Manchester City juga disebut siap kembali masuk dalam persaingan setelah sempat menunjukkan minat pada bursa transfer musim panas lalu.
Di tengah spekulasi yang semakin liar, sikap Valverde justru bergerak ke arah sebaliknya.
Baca Juga: Ralf Schumacher Blakblakan Minta Lewis Hamilton dan Fernando Alonso untuk Mundur dari F1
Pemain berusia 27 tahun itu dilaporkan sama sekali tidak memiliki niat meninggalkan Bernabeu. Bagi Valverde, Real Madrid tetap menjadi prioritas utama meski musim ini dipenuhi tekanan, konflik internal, hingga hasil buruk di lapangan.
Dalam pernyataannya usai insiden dengan Tchouameni, Valverde memperlihatkan bagaimana emosinya masih sepenuhnya tertambat kepada klub.
Ia mengaku lebih terpukul karena tidak bisa membantu tim akibat keputusan medis dibanding harus menghadapi sorotan publik. Baginya, cara terbaik membalas kritik adalah tetap bertarung di lapangan.
Baca Juga: Makin Gacor Phil Foden Catat Kontribusi Gol Terbaik di Liga Premier, Ini Rekam Jejaknya
Situasi itu sekaligus memperlihatkan bahwa masalah Madrid saat ini tidak lagi sekadar soal taktik atau hasil pertandingan.
Hubungan antarpemain mulai mendapat sorotan serius. Selain bentrokan Valverde dan Tchouameni, ruang ganti Madrid juga disebut mengalami sejumlah insiden lain dalam beberapa pekan terakhir.
Alvaro Carreras bahkan dikabarkan sempat mengonfirmasi bahwa Antonio Rudiger menamparnya di ruang ganti, sementara Kylian Mbappe dilaporkan terlibat perdebatan keras dengan staf pelatih saat sesi latihan.
Baca Juga: Perburuan Gelar Super League Ketat, I.League Siapkan Trofi Replika
Meski pihak klub memilih menyelesaikan masalah secara internal melalui denda disiplin, situasi tersebut memperlihatkan adanya retakan besar di dalam skuad.
Karena itu, rumor mengenai kemungkinan kedatangan Jose Mourinho kembali ke Madrid mulai mendapat perhatian. Sosok Mourinho dianggap memiliki karakter kuat untuk mengendalikan ruang ganti yang mulai kehilangan keseimbangan.
Artikel Terkait
Carlo Ancelotti Andalkan Federico Valverde sebagai Bek Kanan untuk Hadapi Liverpool?
Real Madrid Deklarasikan Perang Terbuka, Hubungan dengan Barcelona Sudah Selesai
Petinggi Barcelona Sebut Tudingan Florentino Perez Hanya Kedok Menutupi Kegagalan Real Madrid
10 Pelatih Terbaik Real Madrid Sepanjang Masa, Ancelotti Teratas
Kylian Mbappe Angkat Bicara Soal Drama Real Madrid, Arbeloa bilang Aku Penyerang Keempat