SportlinkNews - Mimpi Kanada mencatat sejarah baru di Piala Dunia 2026 harus terhenti di babak 16 besar.
Setelah sempat tampil dominan sepanjang babak pertama, tuan rumah bersama itu justru takluk 0-3 dari Maroko di Stadion NRG, Houston, Sabtu, 4 Juli 2026.
Kebangkitan Singa Atlas selepas jeda menjadi pembeda yang mengantarkan mereka melangkah ke perempat final.
Baca Juga: Imbang Lawan Malaysia, David Nascimento Fokus Bangun Identitas Timnas U-17
Laga ini mempertemukan dua tim yang sama-sama tengah menikmati perjalanan terbaiknya di Piala Dunia.
Kanada datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah untuk pertama kalinya meraih kemenangan di turnamen ini dan menyingkirkan Afrika Selatan pada babak 32 besar.
Sebaliknya, Maroko kembali membuktikan statusnya sebagai kekuatan baru sepak bola dunia usai menyingkirkan Belanda melalui adu penalti.
Baca Juga: Aldila Fokus Matangkan Chemistry dengan Andreozzi Jelang Babak Kedua Wimbledon
Sejak peluit awal dibunyikan, Kanada tampil agresif dan terus menekan pertahanan Maroko. Richie Laryea dan Jonathan David beberapa kali mengancam, tetapi ketangguhan kiper Yassine Bounou membuat gawang Singa Atlas tetap aman.
Maroko bahkan kehilangan Ismael Saibari akibat cedera pada pertengahan babak pertama. Meski demikian, tim asuhan Mohamed Ouahbi mampu bertahan menghadapi gempuran Kanada hingga turun minum.
Babak pertama berlangsung dalam tensi tinggi.
Baca Juga: Desak Tak Goyah, Rebut Emas di Format Baru World Climbing Series Krakow 2026
Wasit Michael Oliver harus mengeluarkan enam kartu kuning akibat kerasnya duel antarpemain, termasuk insiden yang melibatkan Achraf Hakimi dan Richie Laryea yang sempat memicu keributan di lapangan.
Meski gagal mencetak gol, Kanada tampil lebih dominan sepanjang 45 menit pertama. Namun, mereka gagal mengubah penguasaan permainan menjadi keunggulan.
Situasi berubah drastis selepas jeda. Maroko tampil jauh lebih efektif dan langsung memecah kebuntuan pada menit ke-50 melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan sempurna.
Baca Juga: Tim Speed Indonesia Lolos ke Final World Climbing Series Krakow 2026
Achraf Hakimi mengirim umpan pendek dari tendangan bebas kepada Azzedine Ounahi yang berdiri bebas di luar kotak penalti.
Gelandang berusia 25 tahun itu melepaskan tembakan keras yang menembus kerumunan pemain sebelum bersarang di sudut kanan bawah gawang Maxime Crepeau.
Gol tersebut mengubah arah pertandingan. Kanada kehilangan ritme permainan, sedangkan Maroko semakin percaya diri mengendalikan tempo.
Baca Juga: Pemerintah Mexico City Perketat Pengamanan Jelang Laga Kontra Inggris
Pelatih Kanada Jesse Marsch mencoba menyegarkan lini depan dengan memasukkan Cyle Larin dan kemudian Promise David serta Jacob Shaffelburg.
Namun, rapatnya organisasi pertahanan Maroko membuat setiap serangan tuan rumah mudah dipatahkan.
Kesempatan terbaik Kanada datang melalui tendangan bebas Jonathan David pada menit ke-77 setelah Stephen Eustaquio dijatuhkan di tepi kotak penalti. Sayangnya, bola masih melambung di atas mistar.
Baca Juga: Fardhan Jaga Asa Indonesia, Melaju ke Final Badminton Asia Junior Championships 2026
Saat Kanada semakin terbuka demi mengejar ketertinggalan, Maroko justru memanfaatkan ruang kosong melalui serangan balik cepat.
Pada menit ke-82, Brahim Diaz mempertahankan penguasaan bola di tengah kepungan bek Kanada sebelum mengirim umpan kepada Ounahi yang langsung melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang untuk mencetak gol keduanya.
Maroko nyaris menambah keunggulan beberapa menit kemudian ketika sundulan Soufiane Rahimi masih membentur mistar gawang.
Baca Juga: Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti Sebut Neymar Tidak Senang
Artikel Terkait
Meski Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Tanjung Verde Tampil Luar Biasa
Piala Dunia 2026: Bermain Apik, Kolombia Tundukkan Ghana
Daftar Tim dan Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
8 Pemain Tunisia Positif Doping di Piala Dunia 2026
Minim Menit Bermain di Piala Dunia 2026, Carlo Ancelotti Sebut Neymar Tidak Senang