Perburuan Gelar Super League Ketat, I.League Siapkan Trofi Replika

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Kamis, 14 Mei 2026 | 19:21 WIB
Laga Borneo FC kontra Persib dalam lanjutan Super League 2025/26. (Persib)
Laga Borneo FC kontra Persib dalam lanjutan Super League 2025/26. (Persib)

SportlinkNews - Persaingan memperebutkan takhta tertinggi sepak bola tanah air mencapai titik didih saat kompetisi memasuki fase krusial di akhir musim. Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda kini terlibat dalam aksi saling kejar poin yang sangat dramatis demi mengamankan gelar juara Super League 2025/26.

Hingga tuntasnya pekan ke-32, kedua tim tersebut tercatat sama-sama mengoleksi 75 poin di papan klasemen sementara. Situasi tersebut membuat penentuan kampiun kemungkinan besar harus ditentukan hingga peluit panjang dibunyikan pada pertandingan terakhir musim ini.

Ketidakpastian mengenai sosok pemenang membuat pihak operator kompetisi, I.League, menghadapi tantangan logistik yang cukup rumit. Kondisi ini membuat I.League bimbang soal di mana lokasi seremonial penyerahan trofi kepada tim juara yang akan digelar nantinya.

Baca Juga: Paris Saint-Germain Amankan Gelar Liga dengan Kemenangan 2-0 Atas Lens

Kesulitan makin bertambah mengingat hampir seluruh pertandingan pada pekan ke-34 dijadwalkan untuk berlangsung secara serentak di berbagai stadion. Langkah ini diambil guna menjaga sportivitas kompetisi karena momen tersebut merupakan pekan penentuan bagi tim-tim yang bersaing.

Guna mengantisipasi segala kemungkinan, pihak operator berencana menyiapkan perangkat pesta seremoni di dua lokasi berbeda secara bersamaan. Oleh karena itu, salah satu tim berpotensi akan merayakan gelar dengan trofi replika saat momen selebrasi di tengah lapangan.

"Saya pikir inilah menariknya kompetisi musim ini di BRI Super League 2025/2026. Kompetitif sekali, dari tiga, sekarang, ya, kita lihat dua, bahkan betul-betul belum bisa kita prediksi," kata Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra.

Baca Juga: Liverpool Merilis Gambar Monumen untuk Mengenang Diogo Jota dan Andre Silva

"Dalam jadwal pekan ke-34, ada tujuh pertandingan bersamaan di tanggal 23 (Mei) dan ada dua pertandingan lebih awal. Karena memang secara teknis hitung-hitungan memang tidak lagi menentukan baik itu di juara ataupun juga di posisi degradasi," Asep menambahkan.

Fenomena persaingan ketat hingga pekan pemungkas ini sebenarnya bukanlah hal yang pertama kali terjadi dalam sejarah sepak bola modern Indonesia. Situasi serupa pernah terekam pada Liga 1 edisi 2018 silam saat Persija Jakarta dan PSM Makassar terlibat dalam duel perburuan gelar yang serupa.

Pada masa itu, operator liga juga dihadapkan pada kendala teknis yang sama mengenai keberadaan piala fisik yang akan diangkat oleh kapten tim. Sebab trofi asli tidak bisa dibawa ke dua tempat secara bersamaan karena keterbatasan jarak geografis antarkota pertandingan.

Baca Juga: Ducati Umumkan Tidak Ada Pembalap Pengganti Marc Marquez di GP Catalunya

Meskipun harus menyiapkan dua jenis piala, I.League memastikan nilai kesakralan dari gelar juara tersebut sama sekali tidak akan berkurang. Soal ini, I.League menutup rapat-rapat klub mana yang mendapatkan trofi asli dan replika untuk perayaan gelar juara demi menjaga unsur kejutan.

"Ini juga bukan hal yang baru, ya, saya pikir juga, kan tahun 2018 pernah terjadi, sampai terakhir, LIB waktu itu juga ada tim di Makassar, ada tim di Jakarta," tuturnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X