Ketergantungan Skuad Brasil Terhadap Neymar Picu Kekhawatiran

Muhammad Ridwan, Sportlink News
- Selasa, 19 Mei 2026 | 17:22 WIB
Neymar Jr. telah menghabiskan 12 bulan terakhir kembali ke Santos. ( Miguel Schincariol/AFP/Getty Images)
Neymar Jr. telah menghabiskan 12 bulan terakhir kembali ke Santos. ( Miguel Schincariol/AFP/Getty Images)

SportlinkNews - Komposisi skuad tim nasional Brasil untuk Piala Dunia 2026 resmi diumumkan menjelang turnamen akbar yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut. Langkah awal penunjukan pemain ini memicu sorotan tajam dari publik sepak bola internasional karena status Selecao sebagai salah satu kandidat kuat peraih trofi.

Meskipun belum kembali mencicipi gelar juara sejak 2002 dan performa tim dinilai belum mencapai standar tertinggi, optimisme sempat muncul berkat kehadiran Carlo Ancelotti. Juru taktik kawakan asal Italia tersebut dipercaya memimpin tim karena rekam jejaknya yang sangat gemilang bersama deretan klub raksasa di benua Eropa.

Antusiasme publik terhadap dinamika tim ini makin meningkat setelah Ancelotti secara resmi merilis daftar 26 nama pemain yang masuk ke dalam skuad final. Keputusan tersebut langsung memicu perbincangan hangat di kalangan pengamat sepak bola dunia.

Baca Juga: Witan Sulaeman Kembali Dipanggil Timnas untuk Ajang AFF 2026

Satu keputusan yang paling menyita perhatian adalah pemanggilan kembali penyerang utama, Neymar, ke dalam barisan pemain depan Brasil. Langkah berani ini secara otomatis menyingkirkan penyerang muda Joao Pedro dari daftar nama yang akan diberangkatkan.

Kehadiran pemain berusia 34 tahun tersebut menegaskan statusnya sebagai salah satu figur paling senior di dalam ruang ganti Brasil. Rekor impresif berupa 128 penampilan serta torehan 79 gol menjadi bukti nyata kontribusi besar Neymar untuk negaranya selama ini.

Namun, keputusan untuk menyertakan mantan bintang Barcelona tersebut justru memicu kekhawatiran besar di kalangan pendukung dan pengamat internal. Kondisi fisik Neymar yang dilaporkan tidak berada dalam level prima memicu keraguan atas efektivitas performanya di lapangan nanti.

Baca Juga: Penantian Panjang Made Tito Pecah di Laga Kontra Bhayangkara FC

Kekhawatiran mengenai situasi ini juga disuarakan secara terbuka oleh mantan kapten legendaris tim nasional Brasil, Cafu. Ia menilai bahwa ketergantungan negaranya saat ini terhadap sosok Neymar sudah berada dalam tingkat yang mengkhawatirkan.

"Saya berbicara dengan Roberto Carlos dan berkata, 'Sungguh disayangkan anak ini sendirian'," kata Cafu kepada ESPN.

Cafu kemudian memberikan komparasi dengan situasi internal Brasil saat berhasil merengkuh trofi juara pada Piala Dunia 2002. Menurutnya, kekuatan utama tim saat itu terletak pada kolektivitas yang merata dan tidak bertumpu pada satu individu semata.

Baca Juga: Putaran 2 Kejurnas Drag Race 2026 Digelar di Makassar, 326 Starter Siap Adu Cepat

"Pada tahun 2002, kami bahkan tidak pernah memiliki pemain terbaik di lapangan sekali pun," ucapnya.

Lebih lanjut, Cafu menjelaskan situasi akan jauh lebih menguntungkan jika Neymar mendapatkan iklim dukungan yang serupa dari rekan setimnya. Distribusi beban kerja yang seimbang di lapangan diyakini akan mengurangi tekanan mental dan fisik pada sang bintang.

Halaman:

Editor: Muhammad Ridwan

Sumber: ESPN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Neymar Pensiun, Menangis Usai Brasil Tersingkir

Senin, 6 Juli 2026 | 07:04 WIB

Ini Dia Mantan Pemain Ski yang Pulangkan Brasil

Senin, 6 Juli 2026 | 06:33 WIB
X