Grup I Piala Dunia: Norwegia Kembali ke Piala Dunia 2026, Era Haaland–Odegaard Dimulai

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Selasa, 2 Juni 2026 | 16:28 WIB
Timnas Norwegia. Hampir tiga dekade hanya menjadi penonton di panggung terbesar sepak bola dunia, Norwegia akhirnya kembali ke Piala Dunia 2026. (Getty Images)
Timnas Norwegia. Hampir tiga dekade hanya menjadi penonton di panggung terbesar sepak bola dunia, Norwegia akhirnya kembali ke Piala Dunia 2026. (Getty Images)

SportlinkNews - Setelah hampir tiga dekade hanya menjadi penonton di panggung terbesar sepak bola dunia, Norwegia akhirnya kembali.

Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen bagi negara Skandinavia tersebut, melainkan simbol berakhirnya penantian panjang selama 28 tahun sejak terakhir kali tampil di putaran final pada 1998.

Generasi emas yang dipimpin oleh Erling Haaland dan Martin Odegaard kini membawa harapan baru bagi publik Norwegia untuk kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

Perjalanan menuju Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dibangun dengan cara yang meyakinkan. Tim asuhan Stale Solbakken tampil sempurna di fase kualifikasi dengan menyapu bersih delapan pertandingan dan mencetak 37 gol.

Baca Juga: Persib Bangga Tiga Pemainnya Masuk Timnas dan Ramaikan Laga Internasional FIFA

Bahkan, mereka mampu mengalahkan juara dunia empat kali, Italy, dengan skor telak dalam salah satu laga paling berkesan sepanjang kampanye tersebut.

Pencapaian itu menjadi bukti bahwa Norwegia bukan lagi tim yang hanya mengandalkan sejarah atau reputasi.

Mereka datang ke Piala Dunia dengan kepercayaan diri tinggi dan materi pemain yang dianggap sebagai salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola negara tersebut.

Meski demikian, sorotan terbesar tetap mengarah kepada Haaland. Striker milik Manchester City itu menjadi poros utama permainan Norwegia sekaligus sumber ancaman terbesar bagi setiap lawan yang mereka hadapi.

Baca Juga: Jordi Amat: Persija akan Bangkit Lebih Kuat Musim Depan

Ketajamannya di depan gawang membuat Norwegia selalu memiliki peluang mencuri kemenangan, bahkan ketika permainan tidak berjalan ideal.

Haaland mencetak 16 gol hanya dalam delapan pertandingan kualifikasi, sebuah catatan luar biasa yang membantu negaranya mengakhiri puasa panjang tampil di Piala Dunia.

Namun, kekuatan Norwegia tidak berhenti pada satu nama.

Kehadiran Odegaard di lini tengah memberikan kreativitas dan kontrol permainan, sementara sejumlah pemain muda seperti Antonio Nusa dan Jorgen Strand Larsen menambah variasi serangan yang membuat tim ini semakin sulit diprediksi.

Hal itu terlihat dalam laga uji coba melawan Sweden jelang Piala Dunia. Saat Haaland hanya menjadi penonton dari tribun, Norwegia tetap tampil dominan dan menang 3-1.

Baca Juga: Marcos Santos: Arema Itu Seperti Corinthians atau Palmeiras

Strand Larsen mencetak dua gol, sementara Nusa menyumbang satu gol lainnya untuk menunjukkan bahwa tim ini memiliki lebih banyak senjata dibandingkan beberapa tahun lalu.

Kemenangan tersebut sekaligus menjawab salah satu kekhawatiran terbesar yang selama ini melekat pada Norwegia, yakni ketergantungan berlebihan terhadap Haaland.

Jika sebelumnya mereka sering dianggap sebagai tim satu pemain, kini Solbakken mulai membangun skuad yang mampu berbagi tanggung jawab dalam mencetak gol maupun mengendalikan pertandingan.

Kini, setelah 28 tahun menunggu, Norwegia akhirnya kembali ke panggung yang selama ini mereka rindukan.

Baca Juga: Kiko Carneiro Mudik Demi Pemulihan Cederanya, Bertekad Kembali untuk Bawa Persik Lebih Kuat

Bagi Haaland dan generasinya, Piala Dunia 2026 bukan hanya kesempatan untuk membuktikan kualitas individu, tetapi juga momentum untuk mengembalikan Norwegia ke peta persaingan sepak bola dunia.

Jika mampu menerjemahkan potensi menjadi prestasi, tim Nordik ini berpeluang menjadi salah satu kuda hitam yang mencuri perhatian di Amerika Utara.

Gaya Bermain Norwegia

Jika banyak tim datang ke Piala Dunia 2026 dengan filosofi penguasaan bola dan permainan kombinasi pendek, Norwegia memilih jalan yang berbeda.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemain LALIGA Dominasi Final Piala Dunia 2026

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:37 WIB

Final Piala Dunia 2026: Saatnya Spanyol...?

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:00 WIB
X