SportlinkNews - Gelandang senior tim nasional Brasil, Casemiro, menilai status nonunggulan yang disematkan kepada negaranya justru menjadi keuntungan tersendiri menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Penilaian tersebut muncul setelah sejumlah pengamat internasional dan bursa taruhan global menempatkan posisi Selecao di bawah bayang-bayang kekuatan raksasa benua Eropa.
Rombongan tim Samba dilaporkan telah mendarat di Amerika Serikat pada Selasa (2/6) waktu setempat untuk segera menggelar pemusatan latihan intensif fase akhir. Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Dalam peta persaingan terkini, posisi Brasil yang mengincar trofi emas keenam berada di bawah dominasi tim nasional Spanyol selaku penguasa benua Eropa saat ini. Selain Tim Matador, nama-nama besar seperti Prancis, juara bertahan Argentina, hingga Inggris juga lebih difavoritkan untuk keluar sebagai kampiun.
Baca Juga: Legenda Liverpool Sir Kenny Dalglish Didiagnosis Kanker dan Tengah Menjalani Perawatan
Kondisi tersebut dianggap tidak biasa mengingat Brasil hampir selalu menempati urutan teratas sebagai kandidat juara dalam setiap edisi turnamen sepak bola terakbar dunia. Kendati demikian, Casemiro menegaskan penurunan ekspektasi publik ini justru memberikan dampak psikologis yang sangat positif bagi internal skuad.
“Kami bukan favorit utama. Tentu saja kami berada dalam kondisi yang baik dan memiliki skuad yang kuat, dengan perpaduan pemain berpengalaman dan talenta muda,” kata Casemiro di laman resmi FIFA.
Casemiro menambahkan bahwa situasi ini akan memaksa seluruh pemain untuk terus menjaga level fokus dan kewaspadaan tinggi sejak laga pembuka. Kehilangan status sebagai tim yang paling ditakuti dipercaya mampu mereduksi tekanan mental yang biasanya membebani pundak para pemain.
Baca Juga: Penonton LaLiga di Stadion Membludak Tembus 11,6 Juta Selama Musim 2025/26
“Mungkin kali ini kami berada satu langkah di belakang tim-tim favorit lainnya, tetapi itu membuat kami tetap siaga dan itu selalu menjadi hal yang baik. Kami ingin datang ke sana dalam kondisi terbaik dan menjalani Piala Dunia yang hebat,” ucapnya.
Di samping peta kekuatan tim, pemain berusia 34 tahun tersebut juga tidak menampik adanya hambatan besar yang sempat mengganggu konsistensi permainan Brasil sepanjang fase kualifikasi. Proses transisi internal yang terjadi di tubuh organisasi dinilai sempat memengaruhi fokus tim dalam mempersiapkan kerangka skuad yang matang.
“Ini adalah siklus yang sulit dengan pergantian pelatih, pergantian presiden, dan banyak gejolak,” ujarnya.
Baca Juga: Grup A Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Siap Menggoyang Benua Amerika
Rentetan dinamika organisasi tersebut akhirnya mulai mereda setelah Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) menunjuk pelatih berpengalaman asal Italia, Carlo Ancelotti. Kendati durasi persiapan taktik di bawah komando mantan arsitek Real Madrid itu tergolong singkat, Casemiro tetap menyimpan rasa optimisme yang sangat besar.
“Kami baru bekerja bersama pelatih selama sekitar satu tahun. Jika dihitung secara nyata, kami mungkin hanya bekerja bersama sekitar 40 hari. Namun saya pikir kami akan datang ke turnamen dalam kondisi yang kuat,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Grup A Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Siap Menggoyang Benua Amerika
Grup A Piala Dunia 2026: Kebangkitan Korea, Tanpa Kekalahan di Kualifikasi dan Didukung Pemain Top
Grup A Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Ceko yang Lolos Lewat Drama Penalti
Demi Target Juara Piala Dunia 2026, Thomas Tuchel Tuntut Rasa Persaudaraan Skuad Inggris
Ousmane Dembele Ditunjuk Jadi Duta Fesyen Global Jelang Piala Dunia 2026