Piala Dunia 2026: Menghilangkan Frustrasi Akibat Keterlambatan Pengibaran Bendera Offside

Suryansyah, Sportlink News
- Kamis, 4 Juni 2026 | 10:06 WIB
FIFA secara resmi mengakhiri masalah keterlambatan pengibaran bendera oleh hakim garis.
FIFA secara resmi mengakhiri masalah keterlambatan pengibaran bendera oleh hakim garis.

SportlinkNews- FIFA terus meningkatkan kualitas Piala Dunia 2026. Berbagai regulasi diperbaiki agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Dengan melengkapi Piala Dunia 2026 dengan sistem peringatan audio real-time, FIFA secara resmi mengakhiri masalah keterlambatan pengibaran bendera oleh hakim garis.

Penyesuaian FIFA menjanjikan penyelesaian definitif atas masalah "sinyal bendera offside yang tertunda", yang telah mengganggu baik pemain di lapangan maupun penonton.

Baca Juga: Indonesia Open 2026: Revans atas Ganda Korea, Jafar/Felisha Bangun Lagi Kepercayaan Diri di Istora.

Terobosan dari peningkatan ini adalah sinyal tersebut ditransmisikan langsung ke asisten wasit di lapangan, bukan hanya dikirim ke ruang VAR seperti sebelumnya.

Secara khusus, jika sistem mendeteksi pemain penyerang jelas offside (lebih dari 10 cm dari bek lawan terakhir), peringatan segera dikirim ke asisten wasit.

Dari situ, hakim garis dapat mengangkat bendera untuk menghentikan permainan seketika.

Baca Juga: Peringkat Skuad Termahal di Piala Dunia 2026: Mbappe Memimpin di Planet Ini

Sejak diperkenalkannya VAR, hakim garis sering diinstruksikan untuk "menahan bendera mereka sampai situasi terselesaikan" dalam situasi offside yang sensitif, untuk menghindari kesalahan pengambilan keputusan yang dapat membatalkan gol yang sah.

Namun, hal ini menyebabkan permainan yang berkepanjangan dan tidak berarti.

Pemain dari kedua tim masih harus berlari, bersaing, melakukan tekel, atau menembak dalam serangan yang pada dasarnya sudah mati.

Kemudian, jika situasi tersebut menghasilkan gol, VAR akan turun tangan untuk meninjau keputusan tersebut.

Baca Juga: Budiana: Keberhasilan Jabar Harus Jadi Inspirasi Kemajuan Olahraga Indonesia

Sistem offside semi-otomatis yang diterapkan di Piala Dunia 2026 beroperasi berdasarkan kombinasi kecerdasan buatan (AI), pelacakan kamera multi-arah, dan sensor yang tertanam langsung di bola untuk menghitung posisi pemain.

Halaman:

Editor: Suryansyah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tekuk Kroasia, Skuad Belgia Masih Adaptasi

Rabu, 3 Juni 2026 | 16:44 WIB
X