Grup L Piala Dunia 2026: Vatreni dan Tradisi Melampaui Ekspektasi

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 10 Juni 2026 | 21:27 WIB
Kapten Timnas Kroasia di Piala Dunia 2026 Luka Modric.
Kapten Timnas Kroasia di Piala Dunia 2026 Luka Modric.

SportlinkNews - Jika ada satu tim yang selalu mampu melampaui ekspektasi di panggung Piala Dunia, maka Kroasia adalah jawabannya.

Berasal dari negara berpenduduk kurang dari empat juta jiwa, Vatreni berulang kali membuktikan bahwa ukuran sebuah negara tidak selalu menentukan kekuatan di lapangan hijau.

Sejak tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia 1998, Kroasia telah menjelma menjadi salah satu kekuatan paling konsisten dalam sepak bola internasional.

Dari tujuh penampilan di putaran final, mereka berhasil menembus semifinal sebanyak tiga kali.

Baca Juga: Memphis Depay Hanya Main 49 Menit dalam Dua Pertandingan Pemanasan Belanda

Catatan itu semakin istimewa karena dua di antaranya diraih secara beruntun, yakni menjadi runner-up di Rusia 2018 dan finis di peringkat ketiga pada Qatar 2022.

Kini, Kroasia kembali datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu tim yang paling berpengalaman dalam menghadapi tekanan turnamen besar.

Meski tidak selalu masuk daftar favorit juara, sejarah menunjukkan bahwa mereka hampir selalu mampu membuat kejutan.

Di balik konsistensi tersebut berdiri sosok Zlatko Dalic. Pelatih yang menangani tim sejak 2017 itu telah menjadi arsitek kesuksesan terbesar Kroasia dalam sejarah modern.

Baca Juga: Barcelona Masih Ragu, Muenchen Siap Tampung Rashford

Di bawah kepemimpinannya, Kroasia berkembang menjadi tim yang disiplin, tangguh, dan sangat sulit dikalahkan dalam pertandingan-pertandingan penting.

Perjalanan menuju Amerika Utara juga menunjukkan kualitas mereka. Kroasia tampil dominan pada babak kualifikasi zona Eropa dengan memuncaki Grup L setelah meraih tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dari delapan pertandingan.

Mereka mencetak 26 gol, termasuk kemenangan telak 7-0 atas Gibraltar dan 5-1 atas Republik Ceko, sekaligus memastikan tiket ke putaran final tanpa banyak kesulitan.

Meski memasuki usia 40 tahun, Luka Modric masih menjadi jantung permainan tim. Peraih Ballon d'Or 2018 tersebut tetap menjadi pemimpin di dalam maupun luar lapangan.

Baca Juga: International Judo Championship Tiang Bendera Open 2026 Segera Digelar di Jakarta

Pengalaman, visi bermain, dan ketenangannya dalam mengendalikan tempo pertandingan membuat Kroasia tetap memiliki salah satu gelandang terbaik dunia.

Namun Kroasia tidak hanya bergantung pada generasi lama. Dalic secara bertahap mulai melakukan regenerasi dengan memasukkan sejumlah talenta muda seperti Luka Vuskovic, Igor Matanovic, Franjo Ivanovic, hingga Marco Pasalic.

Kehadiran mereka melengkapi pemain-pemain mapan seperti Josko Gvardiol, Mateo Kovacic, Ivan Perisic, Andrej Kramaric, dan Ante Budimir.

Perpaduan pengalaman dan energi muda menjadi modal utama Kroasia menghadapi Piala Dunia 2026.

Baca Juga: Leeds United Luncurkan Jersey Tandang Terbarunya untuk Musim 2026/27

Rekam jejak mereka di turnamen ini juga sulit diabaikan. Pada debutnya di Prancis 1998, Kroasia langsung mengejutkan dunia dengan finis di posisi ketiga berkat ketajaman Davor Suker yang meraih Sepatu Emas.

Dua puluh tahun kemudian, mereka menciptakan sejarah baru dengan melaju hingga final Piala Dunia pertama dalam sejarah negara tersebut sebelum akhirnya kalah dari Prancis.

Empat tahun berselang di Qatar, Kroasia kembali membuktikan mental juaranya. Mereka menyingkirkan Jepang dan Brasil melalui adu penalti sebelum akhirnya mengamankan posisi ketiga setelah mengalahkan Maroko.

Catatan tersebut menjadikan Kroasia sebagai salah satu negara dengan rasio keberhasilan terbaik di Piala Dunia. Setengah dari penampilan mereka di turnamen ini berakhir dengan tempat di semifinal atau lebih jauh.

Baca Juga: Striker Jebolan Liverpool Divock Origi Resmi Gantung Sepatu

Itulah mengapa Kroasia selalu menjadi ancaman yang sulit diprediksi. Mereka mungkin tidak memiliki kedalaman skuad seperti Prancis, Brasil, atau Inggris.

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X