Grup L Piala Dunia 2026: Vatreni dan Tradisi Melampaui Ekspektasi

Gbonk Anaqy Setyawan, Sportlink News
- Rabu, 10 Juni 2026 | 21:27 WIB
Kapten Timnas Kroasia di Piala Dunia 2026 Luka Modric.
Kapten Timnas Kroasia di Piala Dunia 2026 Luka Modric.

Keduanya menjadi kunci dalam menjaga penguasaan bola dan mengontrol tempo pertandingan.

Pengalaman di turnamen besar: Vatreni memiliki banyak pemain yang sudah terbiasa tampil di level tertinggi.

Pengalaman mencapai final Piala Dunia 2018 dan meraih peringkat ketiga pada 2022 menjadi modal berharga saat menghadapi tekanan di laga-laga krusial.

Organisasi permainan yang disiplin: Di bawah arahan Zlatko Dalić, Kroasia dikenal memiliki struktur permainan yang rapi, baik saat menyerang maupun bertahan.

Mereka mampu menjaga keseimbangan tim dan tampil efektif menghadapi berbagai gaya permainan lawan.

Baca Juga: Marc Marquez Kasih Peringatan Keras Lewat Kemenangan Mutlak di GP Hungaria

Mentalitas dan semangat juang tinggi: Salah satu kekuatan utama Kroasia adalah kemampuan mereka tampil tenang dalam situasi sulit.

Tim ini berkali-kali membuktikan mampu bangkit dan memenangkan pertandingan penting, termasuk melalui babak perpanjangan waktu maupun adu penalti.

Kemampuan melampaui ekspektasi: Meski jarang masuk daftar favorit utama, Kroasia hampir selalu mampu tampil lebih baik dari prediksi. Karakter inilah yang membuat mereka tetap menjadi ancaman serius bagi tim-tim besar di Piala Dunia 2026.

Kelemahan Kroasia

Skuad inti yang mulai menua: Sejumlah pemain kunci Kroasia, termasuk Luka Modric dan Ivan Perisic, telah memasuki fase akhir karier mereka.

Baca Juga: Indonesia Jaga Asa di AVC Cup 2026 Usai Kalahkan Hong Kong

Pengalaman memang menjadi nilai tambah, tetapi faktor usia berpotensi memengaruhi kemampuan tim untuk menjaga intensitas permainan sepanjang turnamen.

Tantangan menjaga kebugaran fisik: Piala Dunia menuntut konsistensi dan kondisi fisik prima dalam waktu yang relatif singkat.

Dengan jadwal pertandingan yang padat, Kroasia menghadapi risiko penurunan performa apabila harus menjalani laga-laga berat secara beruntun.

Kesulitan menghadapi permainan berintensitas tinggi: Kroasia lebih nyaman bermain dengan kontrol tempo dan penguasaan bola.

Baca Juga: Hanya Sabar/Reza Bertahan, Dua Ganda Putra Indonesia Tersingkir

Saat menghadapi tim yang mengandalkan pressing agresif dan transisi cepat selama 90 menit, mereka berpotensi kesulitan menjaga ritme permainan.

Minim pemain sayap yang eksplosif: Dibandingkan sejumlah kandidat juara lainnya, Kroasia tidak memiliki banyak pemain sayap dengan kecepatan dan daya ledak luar biasa.

Kondisi ini membuat variasi serangan mereka terkadang lebih mudah dibaca, terutama ketika menghadapi pertahanan yang rapat.

Jadwal Pertandingan Penyisihan Grup

17 Juni 2026: Inggris vs Kroasia  (Dallas Stadium)

23 Juni 2026: Panama vs Kroasia (Toronto Stadium)

27 Juni 2026: Kroasia vs Ghana (Philadelphia Stadium)

Baca Juga: Spurs Temukan Formula Kemenangan, Siap Tekan Knicks di Gim 4

Peluang 

Kroasia kembali memasuki Piala Dunia 2026 sebagai salah satu tim yang berpotensi menjadi kuda hitam berbahaya.

Meski berasal dari negara dengan populasi kurang dari empat juta jiwa, Vatreni terus menantang logika sepak bola modern dengan kemampuan mereka bersaing di level tertinggi. 

Status runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga pada edisi 2022 menjadi bukti bahwa Kroasia bukan sekadar tim kejutan, melainkan kekuatan yang konsisten di panggung dunia.

Jika mampu mempertahankan konsistensi permainan dan memaksimalkan pengalaman mereka di turnamen besar, Kroasia memiliki peluang realistis untuk kembali melangkah jauh di Amerika Utara.

Baca Juga: Hanya Sabar/Reza Bertahan, Dua Ganda Putra Indonesia Tersingkir

Halaman:

Editor: Gbonk Anaqy Setyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X