Perjalanan menuju putaran final juga menunjukkan karakter kuat yang mulai terbentuk dalam skuad ini.
Panama tampil sempurna pada putaran kedua kualifikasi CONCACAF dengan menyapu bersih kemenangan atas Nikaragua, Guyana, Montserrat, dan Belize. Mereka mencetak 10 gol dan hanya kebobolan sekali.
Tantangan sesungguhnya hadir pada putaran berikutnya ketika mereka harus bersaing dengan Suriname, Guatemala, dan El Salvador. Awalnya langkah Panama tidak terlalu mulus.
Mereka hanya meraih satu kemenangan dalam empat pertandingan pertama. Namun ketika situasi menuntut hasil maksimal, Panama menunjukkan mentalitas yang berbeda.
Baca Juga: Thomas Tuchel Redam Ekspektasi Publik terhadap Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Kemenangan penting 3-2 atas Guatemala di kandang lawan menjadi titik balik.
Mereka kemudian menutup kualifikasi dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas El Salvador pada November 2025 untuk memastikan posisi puncak grup sekaligus tiket menuju Piala Dunia.
Kini, Los Canaleros akan kembali tampil di Amerika Utara dengan status sebagai satu-satunya wakil Amerika Tengah di turnamen tersebut.
Sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi negara berpenduduk sekitar empat juta jiwa itu.
Baca Juga: International Judo Championship Tiang Bendera Open 2026 Segera Digelar di Jakarta
Panama juga datang dengan kepercayaan diri yang meningkat setelah beberapa hasil positif dalam laga uji coba.
Mereka sempat bermain imbang dan mengalahkan Afrika Selatan yang juga lolos ke Piala Dunia, sebelum dijadwalkan menghadapi Brasil dalam pertandingan pemanasan menjelang turnamen.
Di atas kertas, Panama memang bukan favorit untuk melangkah jauh. Mereka harus menghadapi lawan-lawan yang lebih berpengalaman seperti Ghana, Kroasia, dan Inggris. Namun justru di situlah motivasi terbesar mereka berada.
Christiansen percaya timnya tidak lagi cukup hanya merayakan gol hiburan seperti yang terjadi pada 2018. Menurutnya, sudah saatnya Panama bersaing untuk meraih hasil nyata di panggung terbesar sepak bola dunia.
Baca Juga: Leeds United Luncurkan Jersey Tandang Terbarunya untuk Musim 2026/27
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi Panama untuk membuka babak baru dalam sejarah mereka.
Dari negara yang selama ini dikenal karena posisi geografisnya yang strategis, Panama kini ingin dikenal karena prestasi sepak bolanya.
Gaya Bermain Panama
Secara dasar, Panama mengandalkan formasi 3-4-2-1 ketika menguasai bola. Namun saat kehilangan penguasaan, struktur tersebut berubah menjadi 5-4-1 yang lebih rapat dan disiplin.
Perubahan formasi yang berlangsung secara dinamis ini membuat Panama mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Striker Jebolan Liverpool Divock Origi Resmi Gantung Sepatu
Keunggulan terbesar Panama terletak pada organisasi tim yang solid. Hampir setiap pemain memahami peran dan tanggung jawabnya dengan sangat baik sehingga pergerakan antarlini terlihat terkoordinasi.
Mereka bukan tim yang mengandalkan satu atau dua bintang besar, melainkan kekuatan kolektif yang dibangun melalui disiplin taktik, kerja keras, dan intensitas tinggi.
Menariknya, Panama mampu memainkan dua wajah yang berbeda dalam satu pertandingan.
Ketika menghadapi lawan yang kualitasnya berada di bawah mereka, Los Canaleros tidak ragu mengambil inisiatif permainan melalui penguasaan bola yang sabar dan terstruktur.
Baca Juga: Raul Jimenez Tinggalkan Fulham dan Bergabung dengan Wolverhampton Wanderers
Artikel Terkait
Grup B Piala Dunia 2026: Swiss Melangkah Mulus Tanpa Kekalahan di Kualifikasi Eropa
Thomas Tuchel Redam Ekspektasi Publik terhadap Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
Grup L Piala Dunia 2026: Vatreni dan Tradisi Melampaui Ekspektasi
Grup B Piala Dunia 2026: Qatar Mencoba Peruntungan Lewat Jalur Kualifikasi Zona Asia yang Panjang
Sambut Piala Dunia FIFA 2026, Red Bull Tampilkan Livery Bernuansa Sepak Bola